detikcom
Rabu, 08/08/2012 13:22 WIB

Ribut KPK Vs Polri Soal Simulator SIM Kuras Energi

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Ribut-ribut antara KPK versus Polri tentang penanganan kasus dugaan korupsi simulator SIM disesali Ketua Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika. Menurut Pasek, hal ini membuat energi kedua lembaga itu tersedot hanya untuk pencitraan.

"Ribut-ribut seperti ini hanya kontrapoduktif. Artinya energinya habis untuk pencitraan," ujar Pasek di Gedung DPR, Senayan, Rabu (8/8/2012).

Menurut Pasek, KPK dan Polri harus mengedepankan dialog dan komunikasi. Masa pimpinan sehebat KPK dan Polri tidak bisa komumnikasi satu sama lain," kritik politikus Demokrat ini.

Pasek meminta KPK dan Polri menahan diri demi pengabdiannya pada negara. Yang perlu dikedepankan adalah pemberantasan korupsi.

"Yang penting pemberantasan korupsi bukan ribut-ributnya. Kasus simulator SIM bukanlah satu-satunya kasus yang harus ditangani. Masih banyak kasus lain yang harus ditangani," ucap Pasek.

Pasek juga menyarankan lebih baik para tersangka yang ditetapkan KPK dan Polri segera disidang. Sebab jika tidak akan melanggar kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP).

"Amanat KUHAP menyatakan tersangka punya hak kasusnya segera diproses di pengadilan. Ribut-ribut ini malah bisa berpotensi melanggar KUHAP," tutup Pasek.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(nik/nvt)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%