detikcom
Rabu, 08/08/2012 13:05 WIB

Di Gereja, Foke Curhat Keprihatinannya Soal Isu SARA

Silvanus Alvin - detikNews
Foke di gereja (Alvin/ detikcom)
Jakarta - Di bulan Ramadan, perhatian orang nomor satu di Jakarta ini ternyata tidak terfokus pada satu umat muslim saja. Buktinya, hari ini Fauzi Bowo menyambangi GBI Marwar Saron.

"Shalom! Salam sejahtera," sapa Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo di Ruang Banquet, GBI Mawar Saron, Jalan Hibrida Timur, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara, Rabu (8/8/2012).

"Saya bersyukur pada siang hari yang mendapat berkat Tuhan ini bisa silahturami dan bisa berbincang-bincang soal Jakarta," ujar Foke, mengawali percakapan.

Kehadiran Foke di GBI Mawar Saron ini untuk memberitahukan keadaan terkini selama lima tahun masa kepemimpinannya. Menurutnya, kehadirannya di gereja ini merupakan buah dari kedamaian dan ketentraman yang sudah dijaga.

"Terus terang saja, semua brasal dari kedamaian ibukota ini. Tidak mungkin kita bisa berkumpul di Kelapa Gading ini, jika tidak ada kedamaian dan ketentraman," ucapnya.

Kedatangannya kali ini, Foke juga memakai kesempatannya berbicara untuk mencurahkan rasa prihatin soal isu SARA yang berkembang belakangan ini.

"Saya prihatin dengan isu SARA yang sedang berkembang. Tidak ada tempat untuk isu seperti itu di negara berlandaskan pancasila ini. Tidak ada ruang untuk isu itu dimana pun," tegas Foke.

Setelah itu, Gembala Sidang Gereja Mawar Saron, Jacob Nahway, ikut mendoakan Fauzi Bowo agar sukses menjadi pemimpin yang sesuai harapan masyarakat Jakarta.

(gah/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel