Rabu, 08/08/2012 12:16 WIB
Ini Dia Kesaksian Imam Lahmuddin Soal Terbakarnya Masjid Missouri
dok. VOA
Imam masjid tersebut rupanya berasal dari Indonesia. Dia bernama Lahmuddin yang tinggal bersama keluarganya di sana. Saat insiden terjadi, dia tak berada di masjid, sehingga jiwanya selamat.
Berikut wawancara VOA dengan Lahmuddin:
VOA: Assalammualaikum Pak Ustad, saya cari-cari sejak kemarin?
Imam Lahmuddin: Walaikumsalam, Bu. Saya tidak bisa dicari-cari kemarin.. Begitu banyak yang menghubungi saya.
VOA: Saya mendengar FBI sudah turun tangan untuk menyelidiki insiden kebakaran di masjid ini. Apakah ada hasil penyelidikan sementara?.
Imam Lahmuddin: Ada 30 agen FBI yang dikirim ke sini dan kemarin FBI Chief dari Kansas City membuat press release, yang isinya mereka tidak mau berspekulasi tapi akan berusaha keras mencari dan menangkap pelakunya, serta mengetahui penyebab kebakaran itu.
VOA: Apakah ke-30 agen FBI itu hingga sekarang masih berada di lokasi dan melakukan penyelidikan?
Imam Lahmuddin: Iya. Mereka masih melakukan penyelidikan dan minta agar jika kami punya informasi, segera disampaikan pada mereka. Hingga sekarang lokasi masjid kami itu masih dijaga FBI, polisi dan pemadam kebakaran, tiga instansi yang menjaganya selama 24 jam, dari sejak kebakaran hingga sekarang masih berada di sana.
VOA: Apakah FBI tidak mengaitkan hal ini dengan upaya percobaan pembakaran sebulan sebelumnya?
Imam Lahmuddin: Itu masih dalam proses penyelidikan, bisa ada hubungan dan bisa juga tidak. Saya tidak berani berspekulasi. Karena dalam insiden kali ini, semua barang terbakar dan tidak ada barang bukti sedikit pun. Kalau yang dulu kami punya rekaman CCTV dan wajah orang yang mencoba membakar terekam di kamera, jadi kami bisa langsung mengatakan “ini orang yang mencoba membakar masjid”. Tapi sekarang ini kami tidak punya bukti seperti itu dan kami tidak berani berspekulasi.
VOA: Jadi dalam kebakaran kali ini semua habis tak bersisa?
Imam Lahmuddin: Iya. Semua habis terbakar. Barang-barang di dalam masjid, ruang sholat dan kantor saya, tempat menyimpan dokumen-dokumen masjid, semua habis”.
VOA: Jika bisa diceritakan, kapan Bapak pertama kali mengetahui ada kebakaran?.
Imam Lahmuddin: Saya mendapat telepon jam 03.50 pagi dari kantor Sherrif. Tapi karena telepon tidak berdering jadi saya tidak sempat ambil. Begitu tahu, saya telepon balik ternyata dari kantor Sherrif. Begitu tahu dari kantor Sherrif saya punya perasaan ada sesuatu dengan masjid. Saya langsung keluar rumah, jalan menuju masjid. Dari jauh saya sudah lihat asap berkepul dari lokasi masjid. Saya masih berharap itu bukan dari masjid. Tapi, setelah sampai di tempat, api memang sudah membubung tinggi dan semua atap sudah ditutupi api. Tak lama atapnya runtuh ke dalam bangunan masjid dan semua yang ada di dalam masjid terbakar.
VOA: Apakah bangunan masjid itu dekat dengan permukiman?
Imam Lahmuddin: Dengan tetangga sekitar 300-500 meter. Tidak sampai mungkin.
VOA: Ini dengan permukiman warga Pakistan yang menjadi jamaah masjid?
Imam Lahmuddin: Bukan. Tetangga di lingkungan masjid adalah warga non muslim. Tidak ada muslim yang tinggal di sekitar masjid.
VOA: Apakah tetangga sekitar masjid tidak mendengar atau mengetahui apapun?
Imam Lahmuddin: Ada tetangga di sekitar masjid yang keluar rumah sekitar jam 3 dan melihat asap. Saat saya tiba di masjid, saya ketemu sama dia, Sherrif dan tukang koran. Menurut Sherrif, sang tukang koran yang menelepon 911 ketika melihat asap dari masjid. Tukang koran ini sempat minta maaf karena tidak bisa menolong lebih jauh untuk menyelamatkan masjid itu. Saya ucapkan terima kasih tapi saya juga lupa siapa nama tukang koran itu. Bagaimana pun juga saya sangat berterima kasih dia peduli dengan masjid kami dan berusaha mencegah dengan menelepon (nomor bantuan darurat) 911. Meski memang tidak banyak yang bisa dilakukan.
VOA: Bapak pastinya kaget sekali melihat kejadian ini?
Imam Lahmuddin: Karena sudah terjadi sebelumnya, saya tidak memperkirakan akan terjadi lagi. Karena saya pikir insiden percobaan pembakaran masjid bulan lalu masih dalam penyelidikan FBI, jadi pastinya orang tidak berani mengulangi kembali. Ternyata pelakunya tidak takut.
VOA: Apakah ada imam masjid atau institusi keagamaan lain yang menyatakan simpati atas insiden ini?
Imam Lahmuddin: Banyak masjid menyatakan simpati, juga teman-teman non Muslim, teman-teman gereja dan sinagoga menawarkan kami untuk menggunakan fasilitas mereka sehingga bisa tetap menjalankan aktivitas keagamaan kami”.
VOA: Jadi yang menawari justru dari teman-teman sesama pemimpin gereja dan sinagog?
Imam Lahmuddin: Tidak banyak! Tapi ada tiga pemimpin gereja yang menawarkan tempat dan satu teman, imam masjid dari Kansas yang berbatasan dengan Missouri.
VOA: Tapi saya dengar untuk sementara waktu Bapak akan menggunakan rumah salah satu jamaah untuk menjalankan ibadah?
Imam Lahmuddin: Iya. Komunitas Muslim kami di sini kecil, jadi semalam kami menggunakan rumah salah seorang jamaah untuk sholat taraweh dan mengaji.
Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.
(mad/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
456 share this. -
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
438 share this. -
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
426 share this. -
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
407 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
390 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 10:12 WIB
Fahri Sebut Ada Festival di Kasus Luthfi, Ini Tanggapan Bambang Widjojanto
-
Sabtu, 25/05/2013 10:08 WIB
KPK Kantungi Data Lengkap Soal Pengusaha Yudi Setiawan dan Luthfi
-
Sabtu, 25/05/2013 09:59 WIB
4 Gebrakan Ahok Preteli Fasilitas Anak Buah
-
Sabtu, 25/05/2013 09:57 WIB
KPK Sudah Periksa Pengusaha Yudi Setiawan Terkait Luthfi
-
Sabtu, 25/05/2013 09:56 WIB
5 Rekam Jejak Darin di Sekolah
-
Sabtu, 25/05/2013 09:26 WIB
Pengacara: Sebelum Potong 'Burung', NN Kerap SMS Kalimat Vulgar
-
Sabtu, 25/05/2013 09:51 WIB
4 Gebrakan Ahok Preteli Fasilitas Anak Buah
-
Sabtu, 25/05/2013 09:07 WIB
Ini Alasan Keluarga Abdul Muhyi Tolak Ajakan Nikah NN
-
Sabtu, 25/05/2013 09:44 WIB
5 Rekam Jejak Darin di Sekolah
-
Sabtu, 25/05/2013 10:12 WIB
Fahri Sebut Ada Festival di Kasus Luthfi, Ini Tanggapan Bambang Widjojanto
-
Sabtu, 25/05/2013 09:05 WIB
Yulia Jenguk Fathanah di Sel, Nasihati Agar Tak Tinggalkan Sefti
-
Sabtu, 25/05/2013 09:47 WIB
KPK: Darin Dipanggil karena Dapat Aliran Uang dari Luthfi
-
Sabtu, 25/05/2013 08:13 WIB
Masuk Daftar Terima Aliran Dana Fathanah, Ini Penjelasan Yulia Puspitasari
-
551 Komentar
-
367 Komentar
-
252 Komentar
-
207 Komentar
-
205 Komentar
-
173 Komentar
-
145 Komentar
-
137 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 23:42 WIB
Berandai-andai Jokowi Dimakzulkan DPRD, Ahok: Bagus Dong, Bisa Nyapres
-
Jumat, 24/05/2013 23:25 WIB
Irjen Djoko: Dirut BNI Syariah ke Korlantas Hanya Bikin SIM
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
