Rabu, 08/08/2012 12:04 WIB

Hartati Tersangka, Walubi Beri Bantuan Hukum

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Hartati Murdaya telah ditetapkan KPK menjadi tersangka. Posisi Hartati yang saat ini menjadi Ketua Umum Walubi tak terpengaruh atas penetapan tersangka tersebut.

"Kemarin kan cuma cekal sekarang kalau jadi tersangka kami pikir sama seperti kami pernah membuat pernyataan semua majelis Budha tetap solid mendukung terlepas sebagai tersangka atau saksi dan kami tetap percaya pada Bu Hartati," kata Wakil Ketua Widyasaba Walubi, Suhadi Sendjaja, saat dihubungi wartawan, Rabu (8/8/2012).

Dia memberi dukungan moral pada Hartati untuk menghadapi masalah ini. Termasuk memberi bantuan hukum kepada Hartati.

"Walubi sepakat memberi bantuan hukum. Ya dalam artian tentu karena semua kan pelu pendamping hukum.
Proses peradilan silakan jalan advokasi mengawal menjadi tanggungjawab moral dari kami,"katanya.

Sementara ini posisi Hartati di Walubi masih aman. Dia masih dipercaya sebagai Ketua Umum Walubi.

"Nggak ada pemikiran seperti itu yang pernah bersuara itu kan orang Walubi kita tetap letakkan praduga tak bersalah dalam konteks kita percaya,"tegasnya.

Pengusaha Hartati Murdaya resmi ditetapkan menjadi tersangka. KPK menyatakan Hartati terbukti melakukan dugaan tindak pidana suap atas Bupati Buol Amran Batalipu.

"SHN menjadi tersangka," kata Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di KPK, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Hartati diduga kuat sebagai orang yang memerintahkan pemberian uang suap kepada pejabat negara. "Yaitu Bupati Buol," tambah Samad.

Sebelumnya, dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Buol, Amran Batalipu, dan dua petinggi PT HIP yaitu Gondo Sudjojo dan Anshori.

(van/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    66%
    Kontra
    34%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel