detikcom
Rabu, 08/08/2012 11:41 WIB

Minta Dalai Lama Pulang, Wanita Tibet Bakar Diri

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Beijing, - Lagi-lagi, aksi bakar diri dalam rangka menentang pendudukan China terjadi di wilayah Tibet. Kali ini, seorang wanita nekat membakar dirinya sendiri setelah menyerukan agar Dalai Lama pulang kembali ke Tibet.

Menurut organisasi HAM yang berbasis di London, Inggris, Free Tibet, Dolkar Kyi melakukan aksi bakar diri di depan kuil Tso yang ada di wilayah Kanlho, Provinsi Gansu pada Selasa (7/8) waktu setempat. Para biarawan yang ada di dalam kuil menyaksikan secara langsung aksi wanita berusia 26 tahun ini.

Tidak diketahui kondisi terakhir Dolkar pasca melakukan aksi ini. Secara terpisah, otoritas China tidak bersedia memberi komentar soal insiden ini. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Rabu (8/8/2012).

Free Tibet mencatat, terdapat lebih dari 40 orang di Tibet yang nekat melakukan aksi bakar diri dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa aksi dilakukan oleh para biksu maupun mantan biksu di wilayah tersebut. Motif aksi ini untuk memprotes kebijakan pemerintah China atas Tibet yang cenderung represif.

Pada hari yang sama terjadi aksi bakar diri oleh seorang pemuda Tibet di jalanan utama wilayah Ngaba yang terletak di Provinsi Sichuan. Sedangkan pada Juni lalu, seorang pemuda Tibet lainnya tewas setelah melakukan aksi bakar diri.

Kemudian pada Mei lalu, terdapat 2 pria yang melakukan aksi bakar diri di depan biara Jokhang, Lhasa. Sebagian besar aksi bakar diri dilakukan di tengah-tengah pengamanan ketat aparat setempat.

Aksi protes menentang pemerintah China dimulai di wilayah Lhasa pada tahun 2008 lalu. Beberapa waktu kemudian, aksi protes tersebut meluas ke wilayah Tibet lainnya. Menghadapi aksi protes ini, pemerintah China menempatkan militernya untuk menjaga keamanan. Bahkan pada Juli lalu, pemerintah China menyerukan agar otoritas setempat dan penjaga keamanan meningkatkan perlawanan terhadap gerakan separatis yang muncul di Tibet.

Warga Tibet sendiri merasa terkekang dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah China. Menurut mereka, pemerintah China telah membatasi kebebasan beragama dan juga budaya mereka. Namun pemerintah China bersikeras bahwa warga Tibet bebas menjalankan agamanya dan banyak mendapat keuntungan dengan adanya ekspansi ekonomi China di wilayah tersebut.

(nvc/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel