Rabu, 08/08/2012 11:27 WIB

KPK Segera Tahan Hartati Murdaya

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pemilik PT Hardaya Inti Plantation Hartati Murdaya juga akan ditahan oleh KPK. Penahanan itu bergantung pada kapan waktu yang tepat yang ditentukan oleh penyidik.

"Walaupun yang bersangkutan pernah diperiksa tetapi pada saat itu statusnya adalah saksi. Oleh karena itu yang bersangkutan akan diperiksa sesuai dengan kapasitasnya sebagai tersangka," ujar Ketua KPK Abraham Samad dalam konferensi pers di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (8/8/2012).

"Mengenai penahanan, apabila diperlukan oleh penyidik atau apabila kasusnya sudah dianggap mendekati rampung maka yang bersangkutan Insyallah akan ditahan seperti dengan tersangka-tersangka lain yang disidik KPK," sambung Abraham.

Abraham mengatakan Sprindik penetapan tersangka Hartati ini telah ditandatangani pimpinan KPK pada tanggal 6 Agustus kemarin. Akan tetapi mengenai dua alat bukti yang digunakan untuk menjerat Hartati, Abraham mengunci mulutnya rapt-rapat.

"Ada bukti-bukti, tapi tidak mungkin kita sampaikan ke hadapan publik. Dan ini juga menjadi bagian saat persidangan," papar Abraham.

(fjp/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel