detikcom
Rabu, 08/08/2012 10:48 WIB

Komisi V DPR Pantau Kesiapan Arus Mudik

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Komisi V DPR akan memantau titik-titik arus mudik. Legislatif berharap Kemenhub dapat bekerjasama dengan Kepolisian guna memastikan kesiapan menghadapi lonjakan arus mudik.

"Jadi kita bagi dua tim. Tim pertama berangkat hari ini melalui Jawa Barat ke Jawa Tengah. Akan melalui jalur mudik dan memantau sejumlah terminal," kata anggota Komisi V DPR, Saleh Husin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8/2012).

Sementara tim kedua akan memantau kesiapan arus mudik di Jakarta. Terutama terminal dan stasiun pemberangkatan arus mudik.

"Tim kedua kita ke Bandara Cengkareng, Terminal Pulo Gadung, Stasiun Gambir, dan hari Jumat ke pelabuhan Merak Bakuheni," kata Saleh.

Melalui kunjungan kerja di masa reses ini Komisi V ingin memantau kesiapan arus mudik. Agar kesiapan arus mudik benar-benar mumpuni sekaligus mengurangi tumpukan arus mudik dan potensi kecelakaan selama mudik yang cukup tinggi.

"Salah satu adalah kita melihat persiapan mitra-mitra kita dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik. Kita mengharapkan persiapan itu dilakukan sungguh-sungguh agar kejadian pada mudik sebelum-sebelumnya terantisipasi. Kita minta mitra kita memastikan jauh-jauh hari, karena itu kita tetap lakukan kunjungan kerja spesifik selama masa reses," tandasnya.

(van/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel