detikcom
Rabu, 08/08/2012 09:49 WIB

Kasus Suap Pengadaan Alquran, KPK Panggil 3 Pejabat Kemenag

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Tiga pejabat Kemenag dipanggil penyidik KPK sekaligus. Mereka akan diperiksa terkait perkara suap pembahasan anggaran Alquran yang menyeret anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabbar sebagai tersangka.

Tiga pejabat yang dipanggil itu yakni Abdul Karim, Sesditjen Bimas Islam Ahmad Jauhari, Direktur urusan agama Islam dan Syariah serta Mashuri Kasubdit Kepenghuluan Kementerian Agama.

"Ketiganya dipanggil sebagai saksi," ujar Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (8/8/2012).

Sampai pukul 09.20 WIB, tiga orang pejabat ini belum hadir di kantor KPK.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proses pembahasan anggaran pengadaan Alquran di Kemenag. Kedua tersangka itu adalah anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendi Prasetya yang tercatat sebagai Sekjen Gerakan Muda MKGR.

Selain dua tersangka itu, KPK juga tengah mengusut peranan pengurus MKGR yang lain, Fahd Rafiq. Namun Fahd yang telah menjadi tersangka dalam perkara suap DPID ini membantah terlibat.

(fjr/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel