detikcom
Rabu, 08/08/2012 08:27 WIB

PD Anggap Wajar Golkar Tak Sepenuhnya Dukung Foke

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menilai wajar Partai Golkar tak sepenuhnya mendukung cagub DKI Fauzi Bowo (Foke). Hal ini dianggap wajar dalam panggung politik Indonesia.

"Ya sikap parpol, misalnya DPD DKI, walau dalam rangka Pilgub DKI,kadang tidak menjadi pilihan sikap dari individu-individu parpol secara menyeluruh dalam hal ini, DPP. Hal ini lumrah saja. Walau dalam kehidupan berparpol, sewajarnya ada sebuah sikap kolektif," kata jubir tim sukses Foke-Nara, Wasekjen PD Nova Rianti Yusuf, kepada detikcom, Rabu (8/8/2012).

Menurut Nova, parpol tak bisa memaksa semua anggotanya patuh. Dalam hal perbedaan pandangan DPP dan DPD Golkar dipandang karena memang DPP Golkar tidak memberikan sikap tegas soal Pilgub DKI.

"Tetapi parpol kan bukan penjara. Parpol menggeliat dalam ranah demokrasi di mana kebebasan memilih setiap anggota juga perlu dihargai. Tinggal seberapa besar kadar toleransi parpol terhadap kadernya. Termasuk dalam hal perbedaan DPP dan DPD DKI Golkar," katanya.

PD memilih tetap menghormati sikap Golkar. Namun PD berharap konstituen Golkar di Jakarta menambah pundi-pundi suara Foke.

"Kalau kami dari tim Fauzi Bowo-Nara, mengapresiasi sikap DPD DKI Golkar. Tidak menyikapi perbedaan-perbedaan dalam Golkar. Itu lebih erat kaitannya dg kadar toleransi internal," tegasnya.

(van/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel