detikcom
Rabu, 08/08/2012 06:17 WIB

Pemadam Kebakaran Kesulitan Padamkan Api di Pasar Cijerah Bandung

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Api masih berkobar besar di Pasar Cijerah, Bandung, Jawa Barat. Petugas pemadam kebakaran kesulitan mendekat ke lokasi kebakaran.

Hingga pukul 05.30 WIB, Rabu (8/8/2012) api yang diperkirakan berkobar sejak pukul 03.00 WIB ini masih belum padam. Api melalap sebagian besar kios baju di pasar itu. Sementara warga dan sebagian petugas Damkar mengamankan masjid yang menempel dengan pasar dengan menyemprotkan air.

"Api masih besar sekali, enggak padam-padam. Api berkobar besar di kios baju. Katanya api berawal dari sana," ujar Yogi Aditya (34), warga sekitar dihubungi detikbandung melalui telepon.

Menurutnya hanya dua mobil damkar yang bisa masuk ke dalam pasar, sementara mobil damkar lainnya antre di luar. "Dilihat sih ada enam mobil, cuma karena sempit cuma bisa masuk dua mobil," katanya.

Sementara itu, kata dia, warga dan petugas Damkar berusaha mengamankan masjid yang menempel dengan pasar. Khawatir api melahap masjid, air terus disemprotkan ke bangunan sekitar masjid. "Barang-barang dalam masjid sudah dikeluarkan," katanya.

Kebakaran melanda Pasar Cijerah Rabu dini hari (8/8/2012). Sepuluh 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi. Dikabarkan api berkobar cukup besar.

"Baru saja terjadi kebakaran. Semua unit kita kerahkan sekitar 10 mobil. Empat mobil sudah tiba di lokasi," ujar Petugas Damkar Kota Bandung Bella Bakti Negara, dihubungi detikbandung melalui telepon pukul 03.20 WIB. Menurutnya persis peristiwa itu terjadi diperkirakan sekitar pukul 03.00 WIB.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ern/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
62%
Kontra
38%