detikcom
Rabu, 08/08/2012 06:06 WIB

Sukotjo Bambang Senang Kasus Simulator SIM Berjalan di KPK

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Terdakwa dan Saksi kunci KPK dalam kasus simulator SIM, Sukotjo S Bambang, mengaku senang kasusnya bisa berjalan dengan cepat. Padahal Sukotjo sempat putus asa dengan kasus yang menjeratnya tersebut.

"Dia senang akan perkembangan kasusnya yang berjalan di tangan KPK," ujar kuasa hukum Sukotjo, Erick S Paat, kepada detikcom, Selasa (7/8/2012).

KPK saat ini telah dua kali memeriksa Sukotjo di Bandung. Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia itu mengaku tidak menyangka kasus yang dilaporkannya di penghujung tahun 2011 ke KPK ternyata diproses. " Ternyata mereka diam-diam jalan. Padahal beliau sempat putus asa dan bertanya 'KPK berani apa tidak?" kata Erick.

Sukotjo pun menyadari konsekuensi dari pelaporannya ke KPK. "Kira-kira seminggu kasus ini muncul. Dia senyum lagi." terangnya.

Sukotjo yang menjadi terdakwa perkara penggelapan pengadaan Simulator SIM saat ini mendekam di Rutan Kebon Waru Bandung. Belum lama ini pengadilan tinggi Bandung menjatuhi hukuman 2,5 tahun penjara. Sukotjo berencana akan mengajukan kasasi ke MA.

Sukotjo Bambang resmi dapat perlindungan dari LPSK sejak 31 Juli lalu. Lembaga tersebut kini sedang menggodok kemungkinan menempatkan Bambang dalam safe house mereka. Terkait kasus ini, KPK sudah menetapkan Irjen Djoko Susilo dan Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo menjadi tersangka.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fiq/trq)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%