Rabu, 08/08/2012 02:07 WIB
Jelang Lebaran, Bahaya Banjir Tinggi Mengancam Sumut
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 memperkirakan potensi banjir bervariasi antara rendah hingga tinggi. Sebab itu, tingkat kewaspadaan terhadap bahaya banjir di beberapa daerah masih perlu ditingkatkan.
“Terutama di sekitar bantaran sungai pada daerah aliran sungai yang indeks banjirnya diprediksi tinggi,” kata Heron Tarigan, Kepala Sub bidang Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah I di Medan, Selasa (7/8/2012).
Beberapa daerah yang tergolong berpotensi banjir tinggi tersebut, yakni Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal yang dilewati daerah aliran sungai (DAS) Batang Natal, kemudian Deli Serdang yang dilewati DAS Belumai.
Kabupaten Deli Serdang dan Karo yang berada di DAS Percut juga berpotensi terkena banjir. DAS Belawan juga menjanjikan potensi banjir bagi Deli Serdang. Sementara Kabupaten Langkat berpotensi banjir dari DAS Wampu, dan Tapanuli Tengah berpotensi banjir dari DAS Tapus.
Peningkatan intensitas hujan dan cuaca ekstrim juga dapat memicu naiknya gelombang di wilayah perairan Pantai Barat Sumatera selama Agustus ini. Tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai tiga meter. Kegiatan pelayaran harus mewaspadai situasi ini, terutama kapal-kapal kecil dan tongkang di perairan Aceh, Nias-Mentawai, dan Samudera Hindia Barat Sumatera.
(rul/trq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
708 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
607 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
584 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
554 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
492 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 17:23 WIB
Polda Metro Minta Tempat Hiburan Nyumbang Pembangunan Pusat Rehab
-
Selasa, 21/05/2013 17:20 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 17:19 WIB
Majelis Syuro PKS Prihatin dengan Kondisi Partai Saat Ini
-
Selasa, 21/05/2013 17:10 WIB
MK Putuskan LSM/Ormas Bisa Ajukan Gugatan Praperadilan
-
Selasa, 21/05/2013 17:09 WIB
Ini Cara Polisi Lacak NN, Pemotong Kelamin Abdul
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 16:48 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 15:54 WIB
Ini Kronologi Dendam Kesumat NN Potong Kelamin Abdul
-
Selasa, 21/05/2013 14:34 WIB
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
-
Selasa, 21/05/2013 14:53 WIB
5 Kiprah Perempuan Pushtun yang Cantik dan Berani di Dunia
-
Selasa, 21/05/2013 14:12 WIB
Ibunda Darin: Kok Nggak Istri yang Lain yang Dipanggil KPK?
-
Selasa, 21/05/2013 15:37 WIB
Lion Air Delay 2 Jam, Hakim Komang Kembali Gugat Rp 11 Miliar
-
357 Komentar
-
235 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 15:30 WIB
Diperiksa Dalam Kasus LHI, Eks Anggota DPD Ditanya Soal Transaksi Tanah
-
Selasa, 21/05/2013 15:28 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
