detikcom
Rabu, 08/08/2012 01:50 WIB

Kompolnas Siap Bantu Keluarga Olivia

Syubhan Akib - detikNews
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan siap membantu keluarga Olivia yang tewas dalam kecelakaan yang menyebabkan mobil Nissan Juke terbakar. Keluarga mengaku belum puas dengan hasil penyelidikan polisi mengenai kecelakaan itu.

Keluarga Olivia dalam dialog publik 'Membongkar Kebohongan Nissan Juke' mengakui masih kecewa dengan langkah kepolisian yang menghentikan penyelidikan mengenai kecelakaan yang menewaskan Olivia.

Terlebih, hasil visum kepolisian yang mengatakan ada kandungan etanol tinggi di Olivia juga dipertanyakan karena tubuh Olivia sudah hangus menjadi abu.

Untuk itu, Anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan menuturkan kalau pihaknya siap membantu keluarga Olivia menuntut hak penyelidikan.

"Kita siap bantu asalkan diminta," kata Edi di Warung Daun Cikini, Selasa (7/8/2012).

Keluarga Olivia yang diwakili sang ayah, Soerijo Gonda Setiawan, mengatakan kalau pihaknya masih belum puas dengan Nissan yang terus mengelak untuk mengakui kesalahan pada Juke yang membuat mobil itu bisa terbakar.

Kejadian yang menimpa Olivia yang memiliki nama asli Angeline Soerijo Putri pada 10 Maret 2012 ini terjadi ketika Olivia kecelakaan dan menabrak papan reklame di kawasan Sudirman.

Sesaat setelah tabrakan tersebut, mobil Nissan Juke itu terbakar hebat. Olivia pun tewas terpanggang, sementara teman Olivia luka berat.

Vice President Director PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan saat dikonfirmasi detikOto menuturkan mobil Juke yang dikendarai Olivia menabrak tiang reklame dalam kecepatan tinggi. Dan itu murni kecelakaan.

"Sebelum menabrak tiang reklame itu, mobil menabrak beton di bawahnya, trotoar, kemudian mobil terpental ke atas dan menabrak tiang reklame," tutur Teddy sambil menirukan gerakan mobil dengan tangannya.

"Big impact anything could happen," ujarnya lagi.

Sementara kepolisian juga sempat menyebutkan kalau insiden tersebut murni karena human error.

(syu/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel