Selasa, 07/08/2012 17:26 WIB
PKS: Presiden Perlu Turun Tangan Selesaikan Masalah KPK-Polri
"Strategi nasional adalah sebuah kemauan politik dari rezim ini untuk melakukan pemberantasan korupsi yang meliputi tiga hal yakni penindakan, pencegahan, dan pendidikan publik tentang anti korupsi. Tiga hal ini harus berkolaborasi,di bawah komando presiden. Saya kira ini adalah solusi atas persoalan ini, namun hemat saya beliau harus turun langsung, jangan hanya menugaskan Menko Polhukam, atau hanya membentuk tim 8 seperti pada kasus cicak buaya dahulu," papar anggota Komisi III DPR dari PKS, Aboe Bakar, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan,Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Menurut Aboe, respon pemerintah terhadap sebuah persoalan hukum memang
cenderung lambat. Sengketa Polri dan KPK soal penanganan perkara di
Korlantas ini tak boleh dibiarkan berlarut. Jangan sampai, lanjut Aboe, para
koruptor bertepuk tangan melihat persoalan ini.
"Persoalan Polri dan KPK sebenarnya sudah mencuat pada tahun 2008 sehingga muncul istilah Cicak Vs Buaya, namun persoalan ini tidak menemukan jalan keluar yang tuntas untuk mensinergikan dua lembaga penegak hukum ini. Maka tidaklah mengherankan bila sekarang benih ini kembali muncul, tak ada yang bisa menjamin tidak akan terjadi Cicak Vs Buaya jilid II," ujarnya.
Sebenarnya, menurut Aboe, persoalan serupa juga terjadi di Hong Kong sekitar tahun 1977. Saat itu ICAC melakukan operasi besar-besaran pembersihan korupsi di tubuh kepolisian Hong Kong. Tapi rupanya apa yang dilakukan ICAC itu berbuah kemarahan polisi korup.
Pada saat itu para penyidik ICAC menuai teror dan intimidasi dalam menjalankan tugasnya. Puncaknya para polisi korup menyerbu dan melempari kantor ICAC. Padahal kondisinya tak jauh beda dengan Indonesia, diamana ICAC
juga diisi oleh polisi.
"Langkah apa yang dilakukan? Pertama, adanya dukungan penuh dan political will dari Gubernur Hong Kong, saat itu masih dikuasai Inggris, untuk mendukung pemberantasan korupsi di Hong Kong. Kedua, Gubernur Hong Kong mengeluarkan amnesti yaitu bagi mereka yang melakukan korupsi sebelum tahun 1977 akan diampuni. Ketiga, bahwa para polisi yang bergabung di ICAC telah sudah disumpah untuk berintegritas dan memberantas korupsi. Hingga akhirnya, Kebijakan Gubernur itu pun berimbas positif. Berangsur kemudian, kepolisian Hong Kong mereformasi diri. Mereka yang korup dipecat dan dipenjarakan," beber Aboe.
Lantas bagaimana di Indonesia, sudahkan presidennya turun langsung
memimpin pemberantasan korupsi? Sudahkan pemberantasan korupsi itu dimulai dari halaman istana? Sudahkan diberkahi keberanian dan ketegasan dalam perang melawan korupsi?
"Saya kira diskusi antar pakar yang mempertentangkan antar pasal atau pun antar aturan tidak akan membuahkan hasil apa-apa, kenapa? Karena mereka hanya seorang pakar yang tidak punya kewenangan, hasilnya hanya wacana dan wacana, bukan solusi. Bagaimana pun kewenangan di republik ini ada di bawah presiden (meski KPK tidak ada di bawah presiden), oleh karenanya buat apa power yang sedemikian besar bila tidak dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang demikian. Jangan sampai telat, dan juga jangan parsial, jangan sampai nanti ada Cicak-buaya jilid II atau jilid III dan seterusnya," tandasnya.
(van/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
593 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
547 share this. -
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
462 share this. -
Kepada Presiden Myanmar, Obama Minta Kekerasan Terhadap Muslim Dihentikan
441 share this. -
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
417 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 17:10 WIB
MK Putuskan LSM/Ormas Bisa Ajukan Gugatan Praperadilan
-
Selasa, 21/05/2013 17:09 WIB
Ini Cara Polisi Lacak NN, Pemotong Kelamin Abdul
-
Selasa, 21/05/2013 17:01 WIB
Telat Bayar Haji Musim Ini, Silakan Tunggu Lagi Tahun Depan
-
Selasa, 21/05/2013 17:00 WIB
Survei SMRC: Demokrasi Pemerintahan SBY Berlangsung Baik
-
Selasa, 21/05/2013 16:55 WIB
Rumah Luthfi Seluas 440 Meter Persegi di Kebagusan Disita KPK
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 14:34 WIB
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
-
Selasa, 21/05/2013 15:54 WIB
Ini Kronologi Dendam Kesumat NN Potong Kelamin Abdul
-
Selasa, 21/05/2013 14:53 WIB
5 Kiprah Perempuan Pushtun yang Cantik dan Berani di Dunia
-
Selasa, 21/05/2013 14:12 WIB
Ibunda Darin: Kok Nggak Istri yang Lain yang Dipanggil KPK?
-
Selasa, 21/05/2013 15:37 WIB
Lion Air Delay 2 Jam, Hakim Komang Kembali Gugat Rp 11 Miliar
-
Selasa, 21/05/2013 13:52 WIB
Rambut Dibiarkan Terurai, Darin Sering Bawa Mobil
-
357 Komentar
-
235 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 15:30 WIB
Diperiksa Dalam Kasus LHI, Eks Anggota DPD Ditanya Soal Transaksi Tanah
-
Selasa, 21/05/2013 15:28 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
