detikcom
Selasa, 07/08/2012 17:25 WIB

Rizal Mallarangeng: Bakrie Award untuk Seno Gumira Tidak Bisa Batal Atau Dialihkan

Silvanus Alvin - detikNews
Jumpa pers di Freedom Institute (Alvin/ detikcom)
Jakarta - Seno Gumira Ajidarma, sastrawan yang 18 Juni lalu menolak Penghargaan Bakrie Award (PBA) ini membuat Direktur Eksekutif Freedom Institute, Rizal Mallarangeng angkat bicara. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Freedom Institute untuk membatalkan atau mengalihkan penghargaan.

"Penghargaan Achmad Bakrie diberikan karena mutu karya dan dedikasi seseorang yang istimewa di bidangnya. Karena penilaian atas mutu karya dan dedikasi tidak berubah, maka tidak ada alasan bagi Freedom Institute untuk membatalkan atau mengalihkan pemberian penghargaan Achmad Bakrie yang sudah diputuskan," ujar Rizal Mallarangeng, di Aula Diskusi Freedom Institute, Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi No 41, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2012).

Walau tidak dapat dipungkiri banyak sastrawan lain yang layak menerima penghargaan tersebut, pengalihan tetap tidak akan dilakukan.

"Tentu saja ada sastrawan yang layak menerima Penghargaan Achmad Bakrie, tapi tidak untuk tahun 2012 ini," ucap Rizal, yang memakai kemeja batik warna coklat.

Penghargaan di bidang kesusastraan ini tetap akan jatuh ke tangan Seno Gumira Ajidarma, meski pria kelahiran Boston, Amerika Serikat tersebut menolaknya.

"Dari semua sastrawan yang masih hidup dan menulis dalam Bahasa Indonesia, dewan juri menganggap bahwa untuk tahun 2012 ini, sastrawan yang karya dan dedikasinya paling layak mendapat penghargaan adalah Seno Gumira Ajidarma," kata Rizal.

Penerima PBA tahun ini menghadirkan enam orang, yaitu M. Dawam Rahardjo (Pemikiran Sosial), Sultana M.H. Faradz (Kedokteran), Wiratman Wangsadinata (Teknologi), Tjia May On (Sains), dan Yogi Ahmad Erlangga (Ilmuwan Muda Berprestasi).



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(gah/gah)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%