Selasa, 07/08/2012 15:22 WIB

Suryadharma: Sanksi untuk Djan Faridz akan Dirapatkan

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Ketua umum PPP Suryadharma Ali tak membantah sedang menyoroti Menpera Djan Faridz terkait dukungan di pilgub DKI putaran pertama. Sanksi partai akan segera didiskusikan dalam rapat.

"Nanti kita rapatkan," kata Suryadharma saat ditemui usai acara kunjungan Dewan Masjid Indonesia di Gedung Kemenag, Jl Thamrin, Jakarta, Selasa (7/8/2012).

Menurut Suryadharma, secara pribadi Djan boleh saja memberi dukungan pada calon tertentu. Namun partai memiliki aturan jelas, yaitu mendukung pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono pada putaran pertama. Sementara Djan malah mendukung pasangan Jokowi-Basuki.

"Dia boleh memberi dukungan kepada siapa saja, itu hak dia. Tetapi kader partai itu ada aturannya," tegasnya.

Posisi Djan Faridz di Kabinet Indonesia Bersatu II kabarnya goyang. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali sedang membahas serius mengenai nasib Djan Faridz.

Sumber detikcom di internal PPP mengatakan Suryadharma kecewa karena Djan Faridz tidak mendukung pasangan Alex-Nono yang didukung Golkar dan PPP pada putaran pertama pilgub DKI. Rumah Djan Farid di Jl Borobudur bahkan dijadikan kantor tim sukses Jokowi-Ahok. Alhasil Suryadharma mulai berpikir mengganti Djan Faridz dari posisi Menpera.

(mad/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    68%
    Kontra
    32%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel