BBC Indonesia
Selasa, 07/08/2012 13:10 WIB

Banjir lumpuhkan ibukota Filipina

BBCIndonesia.com - detikNews
Banjir akibat hujan deras melumpuhkan sebagian wilayah ibukota Filipina, memaksa puluhan ribu orang mengungsi dan sekolah, kantor serta bursa saham ditutup.

Pemerintah setempat mengatakan separuh kota Manila terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai pinggang dan leher orang dewasa.

Tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dari banjir di Manila.

Namun lebih dari 50 orang tewas dalam banjir akibat hujan yang turun selama beberapa hari di utara negara itu.

Saat ini Manila dilanda hujan deras terus menerus selama 24 jam, dan tidak tampak tanda-tanda hujan akan berhenti, kata wartawan BBC Kate McGeown di Manila.

Derasnya hujan yang turun sejak Senin siang membuat para pejabat menerapkan tingkat waspada tertinggi.

Para pejabat badan meteorologi memperingatkan bahwa banjir dapat memburuk pasca meluapnya waduk La Mesa, yang merupakan penampungan air terbesar di Manila.

Warga yang tinggal di daerah kumuh di daerah rendah telah mengungsi ke gedung-gedung pemerintah.

Jalan-jalan utama di kota itu tidak bisa dilalui dan aliran listrik terputus untuk mencegah hal yang tak diinginkan.

Beberapa warga masih terjebak banjir di apartemen mereka, dan petugas penyelamat tidak dapat menolong mereka.

"Arus banjir terlalu deras sehingga kami harus mengikat perahu karet kami dengan tali agar perahu tidak hanyut," kata Cora Agulan dari Dewan Reduksi dan Manajemen Risiko Bencana pada para wartawan.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel