Senin, 06/08/2012 22:14 WIB
Ratusan Rumah Minoritas Rohingya Dibakar Habis

PBB menganggap suku Rohingya adalah kelompok minoritas paling menderita di dunia.
Laporan dari Burma menyebut sedikitnya 100 rumah milik suku minoritas Rohingya dibakar dalam aksi kekerasan terbaru antara pemeluk Buddha dan warga minoritas Muslim, Senin (6/8).
Sedangkan laporan lain menyebut sejumlah warga Muslim Rohingya tewas setelah terjadi di sebelah barat negara bagian Rakhine.
Serangan berdarah itu terjadi setelah pemerintah Burma menyatakan kawasan itu sudah relatif terkendali selama beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Prancis mendesak Pemerintah Burma untuk melindungi semua kelompok etnis di negeri itu tanpa diskriminasi.
"Prancis menyatakan pentingnya sebuah resolusi untuk membentuk konsesi damai dan mencapai rekonsiliasi nasional di Burma," kata Wakil Menteri Luar Negeri Prancis, Vincent Floreani.
Selain itu, Kemenlu Prancis mendesak agar status pengungsi di negara bagian Rakhine segera diperjelas.
"Status mereka harus diperjelas berdasarkan hak memperoleh kewarganegaraan dan hak untuk menikmati status itu dan menghormat serta menghormati hak asasi manusia.
"Ada kekhawatiran timbul kekerasan yang dilakukan militer terhadap warga sipil. Kami serukan kepada pemimpin Burma untuk melindungi rakyatnya tanpa diskriminasi dan melakukan investigasi," kata Floreani.
Sejak Juni
Pertumpahan darah antara warga Negara Bagian Rakhine sejauh ini telah memakan 80 orang korban tewas.
Kekerasan pada awalnya dipicu karena tewasnya seorang perempuan yang diduga dilakukan warga Muslim.
Aksi kekerasan ini seakan menjadi awan hitam di atas reformasi yang dilakukan Presiden Thein Shein, termasuk ratusan tahanan politik dan terpilihnya Aung San Suu Kyi ke parlemen.
Organisasi Human Right Watch menuduh militer Burma terlebih dulu melepas tembakan ke arah orang-orang Rohingya.
Tentara juga diduga melakukan perkosaan terhadap para perempuan Rohingya.
Diskrimanasi yang dilkukan terus menerus membuat warga Rohingya tak memiliki kewarganegaraan dan negara.
Bahkan PBB menilai Rohingya adalah suku minoritas yang paling menderita di dunia.
(bbc/bbc)
Komentar (0 Komentar)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB
Penerjemah Afghanistan dapat visa Inggris
-
Rabu, 22/05/2013 14:53 WIB
Paus Tidak Lakukan Pengusiran Setan
-
Rabu, 22/05/2013 13:52 WIB
Surat Wasiat dan Sandal Gandhi Dilelang
-
Rabu, 22/05/2013 13:43 WIB
Pria Perancis Bunuh Diri dalam Katedral Notre-Dame
-
Rabu, 22/05/2013 13:24 WIB
Kelly Rowland jadi juri X Factor AS
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Polisi Tetapkan Wabup Bogor Tersangka Video Porno, Diperiksa Kamis Besok
-
Rabu, 22/05/2013 19:21 WIB
Kepsek: Siswa Berani Ambil Risiko Saat Selamatkan Korban Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 20:53 WIB
Dipukuli Saat Meliput Demo, Wartawan Sindo TV Polisikan Mahasiswa Trisakti
-
Rabu, 22/05/2013 18:15 WIB
Ada Hubungan Apa Luthfi dan Darin Mumtazah? Ini Kata Dewan Syariah PKS
-
Rabu, 22/05/2013 19:05 WIB
KPK: Rumah Luthfi di Kebagusan Belum Lama Dibeli
-
Rabu, 22/05/2013 18:36 WIB
Siswa SMP Heroik: Desa Saya Tak Boleh Jadi Tempat Perkosaan!
-
Rabu, 22/05/2013 19:58 WIB
Honda Jazz Terbakar, Jl Diponegoro Semarang Tersendat
-
Rabu, 22/05/2013 20:31 WIB
Kasus Cebongan, KSAD Jamin Tak Ada Intervensi ke Pengadilan Militer
-
499 Komentar
-
362 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
216 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
176 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:48 WIB
Gagalkan Upaya Perkosaan, 3 Siswa SMP di Bogor Dipuji Pihak Sekolah
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
