Senin, 06/08/2012 12:02 WIB

Tiwi, Sespri Irjen Pol Djoko Susilo Tengah Disekolahkan di Secapa

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Siapa sosok Tiwi mulai terkuak. Ternyata, sosok yang disebut dalam nota pembelaan Sukotjo Bambang sebagai perantara penerima uang untuk Irjen Djoko Susilo di kasus simulator SIM itu seorang polisi berpangkat Bripka. Dia kini disekolahkan di Secapa, Sukabumi.

Tiwi sudah lama berdinas di Korlantas Mabes Polri. Tiwi bergabung dengan Korlantas sejak 1998. Tapi kini, Tiwi sedang tidak bertugas di Korlantas lagi. "Dia lagi pendidikan di Secapa," kata Kabid Dikmas Korlantas, Kombes Pol Kilat Purwoyudo saat dihubungi detikcom, Senin (6/8/2012).

Tiwi sudah 4 bulan disekolahkan Korlantas ke Secapa. "Ya, satu bulan lagi dia selesai pendidikan," terang Kilat.

Nama Tiwi disebut dalam nota pembelaan Sukotjo Bambang dalam persidangan 2 Mei lalu di Bandung. Sukotjo merupakan subkontraktor dalam kasus simualtor SIM. Sukotjo dipidana terkait wanprestasi tidak mampu memenuhi target sesuai kontrak. Dalam nota pembelaan itu, Sukotjo menyebut uang untuk Djoko diberikan lewat Tiwi.

Menurut Sukotjo, dirinya pernah membawakan uang Rp 2 miliar untuk Djoko Susilo. Uang itu diterima Tiwi di ruang kerjanya.

Soal pemberian uang ini sudah dibantah pengacara Djoko Hotma Sitompoel. "Ini kabar burung," tuturnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ndr/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%