detikcom
Senin, 06/08/2012 08:51 WIB

Setelah Tiba dari Jerman Oktober nanti, Tank Leopard akan Dipamerkan

Rivki - detikNews
Jakarta - Sebanyak 15 unit tank Leopard yang dibeli Indonesia dari Jerman, akan tiba Oktober nanti. Rencananya, tank jenis kelas berat itu akan dipamerkan oleh pihak TNI AD.

"Insya Allah jika memang berkenan dan sesuai rencana, ingin kita pamerkan," kata Kepala Staff TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, di Mabes AD, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Pramono menambahkan, lokasi tempat pameran itu rencananya akan diadakan di Jawa Timur atau Jawa Barat. Hal itu dilakukan agar masyarakat tahu, bahwa Alutsista negara Indonesia sudah mengalami kemajuan.

"Lokasinya sebisa mungkin di pulau Jawa," ucapnya.

Saat disinggung soal harga Leopard dan jumlah yang akan dibeli, Ia menjelaskan itu kewenangan pada Kemenhan. Dirinya hanya bisa berharap semoga Main Battle Tank itu dapat dibeli sebanyak-banyaknya oleh pemerintah.

"Kalau harapannya sebanyak mungkin. Tapi itu kan keputusan terakhir di Kemhan," jawab Pramono.

Sebelumnya, polemik pembelian tank berbadan besar Leopard, akhirnya diputuskan. Indonesia akhirnya membeli Tank tersebut dari Jerman dengan anggaran sebesar $ 280 juta.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (1/7/2012). Pembelian tersebut dilakukan untuk modernisasi Alutsista terutama peralatan tempur angkatan darat.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%