detikcom
Senin, 06/08/2012 02:58 WIB

Polisi Masih Buru Perampok Motor yang Menembak Korbannya di Condet

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Pelaku percobaan perampokan di Condet, Jakarta Timur tengah dilakukan pengejaran oleh polisi. Dalam peristiwa tersebut pelaku yang berjumlah dua orang, berhasil memuntahkan timah panas kepada pemilik motor.

"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban dan saksi mata yang melihat kejadian," ujar Kapolsek Kramat Jati Kompol Imran Gultom saat dihubungi detikcom, Minggu, (5/8/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan setelah hasil pemeriksaan, Polsek Kramat Jati Tengah Melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku percobaan perampokan tersebut.

"Saat ini masih kita masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku tersebut," ujarnya.

Sebelumnya korban percobaan perampokan di jalan Olahraga, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur telah diperiksa di Mapolsek Kramat Jati. Dari hasil pemeriksaan polisi mengungkap pelaku percobaan perampokan berjumlah dua orang.
Masing-masing dari pelaku memiliki peran sendiri, satu orang mengotak-otik dan yang satu lagi menunggu di Motor.

Peristiwa percobaan perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB di Jl Olahraga 1, Rt 10, Rw 05, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Korban bernama Suryadi (28) tertembak di dada kiri saat memergoki dan mengejar pelaku perampokan Motor Yamaha Mio bernopol B 3206 TUA miliknya. Pelaku tak jadi membawa motor tersebut. Namun sebelum kabur dia sempat menembakkan timah panas menyrempet dada kiri Suryadi.

(edo/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel