detikcom
Minggu, 05/08/2012 13:59 WIB

Rosidi 'Pengambil 1 Pohon Jati' Bebas, Ruwatan pun Digelar

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Rosidi (berkemeja kotak-kotak) siap menceburkan diri ke laut (dok YLBHI-LBH Semarang/detikcom)
Jakarta - Terpidana kasus pengambilan 1 pohon jati, Rosidi, bebas. Kebebasannya disambut warga dengan tradisi ruwatan buang sial.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (5/8/2012), sejumlah kerabat dan warga yang bersimpati terhadap Rosidi mendatangi rumah tahanan Kendal. Setelah menunggu beberapa saat, mereka menghambur begitu melihat pria asal Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, keluar dari rutan.

Lelaki yang tak bisa membaca dan menulis ini diajak ke pantai Ngebom Mororejo, Kaliwungu, Kendal. Di sana, ia kungkum (menceburkan diri) di laut. Segala yang menempel di tubuhnya seperti baju, celana, dan lain-lain, dibuang ke laut.

"Ini adalah bentuk ucapan syukur Rosidi dan keluarga," kata Kasjam, ketua organisasi tani yang memimpin dalam ritual tersebut.

Penasihat hukum YLBHI-LBH Semarang, Misbakhul Munir, yang mendampingi kasus tersebut, berharap hanya Rosidi yang jadi korban kriminalisasi kasus kayu. "Aparat hukum yang berwenang apakah berani menindak cukong-cukong kayu atau penebang-penebang liar yang menyelundupkan kayu ke luar negeri?" katanya dalam rilis yang diterima detikcom.

Kasus Rosidi diawali dari kejadian 5 November 2011. Saat itu, Rosidi mengambil 1 batang kayu jati dari dalam hutan sebagai pengganti pusuk (puncak) rumahnya. Ketika melihat petugas Perhutani, Rosidi meninggalkan kayu tersebut dan melarikan diri. Rosidi akhirnya dihadapkan ke persidangan pada tanggal 7 Mei 2012.

Rosidi ditahan sejak 22 Februari 2012. Dia dijerat pasal 50 junto 78 Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Dalam sidang di PN Kendal, 25 Juli 2012, hakim menghukumnya 5 bulan 15 hari dan denda Rp 300 ribu. Karena hukuman tersebut dikurangi masa tahanan, maka Rosidi bebas hari ini.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(try/nvt)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%