detikcom
Minggu, 05/08/2012 13:50 WIB

Bocah yang Tertabrak Bus TransJ di Depan Hotel Grand Cempaka Luka Parah

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Anak laki-laki berusia sekitar 13 tahun tertabrak bus TransJakarta yang sedang melintas di depan hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Anak itu mengalami luka parah di kepalanya akibat diseruduk bus dari belakang.

"Kejadiaan pukul 10.00 WIB di jalur cepat. Pada saat itu sedang ada car free day. Ada anak kecil naik sepeda. Ditabrak dari belakang. Busnya ngebut," ujar saksi mata, Tuti.

Tuti melihat peristiwa itu karena warung bensin dan es kelapanya berada di sekitar tempat kejadian, Jl Letjen Suprapto, Jakarta.

Saat itu bus oranye tanpa penumpang itu melaju dari arah Harmoni ke Pulogadung. Pramudinya diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.

"Anak kecil itu kena kepalanya. Sempat terseret. Katanya dibawa ke RS Islam," imbuh Tuti.

Setelah menabrak bocah itu, sopir dibawa turun oleh warga. Tak lama datanglah polisi dan mengamankan sopir tersebut.

Kanit Laka Jakpus, AKP Antoni Wijaya membenarkan seorang anak mengalami luka parah di kepala karena tertabrak bus TransJakarta. "Tadi di city scan di rumah sakit," kata dia.

Bus yang terlibat peristiwa itu bernomor polisi B 7528 ZX dan melayani rute koridor II (Pulogadung-Harmoni).


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(vit/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%