detikcom
Minggu, 05/08/2012 12:45 WIB

SBY Minta KPK dan Polri Bersinergi Tuntaskan Kasus Simulator SIM

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mendapatkan laporan lengkap tentang kasus simulator SIM Korlantas Polri. Presiden SBY meminta aparat penegak hukum bersinergi dan segera menuntaskan kasus ini.

"Bapak Presiden telah mendapatkan laporan pada saat terjadinya peristiwa di Korlantas Polri. Saat itu pula, Bapak Presiden telah memerintahkan kepada Menko Polhukam untuk segera berkomunikasi dengan Kapolri dan Pimpinan KPK agar Kepolisian dan KPK bersinergi dalam penegakan hukum, khususnya saat menangani kasus di Korlantas Polri," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, kepada detikcom, Minggu (5/8/2012).

Presiden SBY berharap semua pihak menghormati proses hukum. Kedua lembaga penegak hukum agar tidak bersaing dalam pengusutan kasus ini.

"Presiden ingin hukum ditegakkan dan semua mentaati hukum. Presiden sendiri taat pada hukum. Presiden berperan agar di antara instansi penegak hukum, jangan berebut popularitas, kerjakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan tuntas," kata Julian.

"Saat ini ada kesan di masyarakat bahwa terjadi persaingan di mana satu lembaga merasa lebih tinggi dari yang lain. Itu tidak sehat dan tidak patut terjadi karena semua institusi atau lembaga penegak hukum baik Polri, kejaksaan, dan KPK mengemban tugas mulia yakni menegakkan hukum dan keadilan," lanjutnya.

Presiden SBY menekankan agar diantara para penegak hukum harus bekerjasama dan sinergis. Presiden percaya bahwa Polri dan KPK bisa bersinergi meskipun sempat terjadi perbedaan persepsi pada awal terjadinya peristiwa di Korlantas Polri beberapa waktu lalu.

"Sekali lagi, Presiden meminta agar Kapolri, kejaksaan, dan KPK bersinergi dan bisa bekerjasama dalam menegakkan hukum utamanya memberantas korupsi yang menjadi konsentrasi pemerintah saat ini," tandas Julian.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(van/nvt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000