detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 05/08/2012 12:25 WIB

Identifikasi 7 Korban Kebakaran di Semarang Selesai, 1 Korban Dimakamkan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Lokasi kebakaran usai kejadian (angling ap/detikcom)
Semarang - Identifikasi terhadap 7 korban kebakaran di Jl Tirtoyoso IX No 5 RT 2 RW 12, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, selesai. Tim forensik RS Kariadi Semarang butuh waktu 9 jam untuk menyelesaikan proses tersebut.

Kepala instalasi forensik RS Kariadi Semarang, Arif Rachman mengatakan dari ke tujuh korban, yang paling sulit diidentifikasi adalah tiga jenazah baby sitter karena kondisinya yang hangus dan sulit dikenali.

"Kami mendapat kiriman tujuh jenazah dengan derajat kebakaran cukup berat. Tim melakukan visum sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB," kata Arif di RS Kariadi, Jalan Dr sutomo, Semarang, Minggu (5/4/2012).

"Proses identifikasi untuk empat jenazah yang terdiri dari dua dewasa dan dua anak-anak bisa selesai pukul 09.00 WIB," imbuhnya.

Arif menambahkan kesulitan identifikasi terhadap jenazah tiga baby sitter tersebut adalah belum adanya keterangan dari pihak keluarga yang ada di luar kota. "Kita butuh data keterangan dari keluarga dan mencocokannya," jelasnya.

Dengan berdasarkan data primer berupa sidik jari maupun DNA dan data sekunder berupa peralatan yang ada pada korban saat kejadian, tim dokter forensik berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah.

Tiga baby sitter tersebut adalah Ramiyah warga Klowoh RT 26 RW 07 Kwadungan, Kalijjar, Wonosobo, Desi warga Poncol Gg XIV RT 01 RW 06 Pekalongan dan Tari warga Cilacap. Saat ini jenazah Desi sudah diantar ke rumah duka di Pekalongan, sedangkan jenazah Ramiyah dan Tari masih menunggu diambil pihak keluarga.

Sementara itu, empat jenazah lainnya yaitu Cik Liu atau Lousiana (51), dua cucunya yaitu Gabriel (10 bulan), Gio (2,5 bulan), dan anaknya, Vini (34) berada di rumah duka RS Panti Wilasa Semarang untuk upacara penutupan peti.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (4/8/2012). Ketika itu genset yang menyala untuk mengganti aliran listrik. Namun di luar dugaan, genset itu mengeluarkan api. Nah, di sekitar genset diduga banyak terdapat bensin yang membuat api cepat menjalar membakar rumah.

Posisi mayat saat ditemukan saling berdempet dan berpelukan di depan kamar mandi. Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Semarang, Heri menduga lima penghuni rumah berdoa saat api menghanguskan mereka, sedangkan satu baby sitter dan satu anak asuhnya diduga hendak ke kamar mandi.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%