Detik.com News
Detik.com

Minggu, 05/08/2012 12:25 WIB

Identifikasi 7 Korban Kebakaran di Semarang Selesai, 1 Korban Dimakamkan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Identifikasi 7 Korban Kebakaran di Semarang Selesai, 1 Korban Dimakamkan Lokasi kebakaran usai kejadian (angling ap/detikcom)
Semarang - Identifikasi terhadap 7 korban kebakaran di Jl Tirtoyoso IX No 5 RT 2 RW 12, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, selesai. Tim forensik RS Kariadi Semarang butuh waktu 9 jam untuk menyelesaikan proses tersebut.

Kepala instalasi forensik RS Kariadi Semarang, Arif Rachman mengatakan dari ke tujuh korban, yang paling sulit diidentifikasi adalah tiga jenazah baby sitter karena kondisinya yang hangus dan sulit dikenali.

"Kami mendapat kiriman tujuh jenazah dengan derajat kebakaran cukup berat. Tim melakukan visum sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB," kata Arif di RS Kariadi, Jalan Dr sutomo, Semarang, Minggu (5/4/2012).

"Proses identifikasi untuk empat jenazah yang terdiri dari dua dewasa dan dua anak-anak bisa selesai pukul 09.00 WIB," imbuhnya.

Arif menambahkan kesulitan identifikasi terhadap jenazah tiga baby sitter tersebut adalah belum adanya keterangan dari pihak keluarga yang ada di luar kota. "Kita butuh data keterangan dari keluarga dan mencocokannya," jelasnya.

Dengan berdasarkan data primer berupa sidik jari maupun DNA dan data sekunder berupa peralatan yang ada pada korban saat kejadian, tim dokter forensik berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah.

Tiga baby sitter tersebut adalah Ramiyah warga Klowoh RT 26 RW 07 Kwadungan, Kalijjar, Wonosobo, Desi warga Poncol Gg XIV RT 01 RW 06 Pekalongan dan Tari warga Cilacap. Saat ini jenazah Desi sudah diantar ke rumah duka di Pekalongan, sedangkan jenazah Ramiyah dan Tari masih menunggu diambil pihak keluarga.

Sementara itu, empat jenazah lainnya yaitu Cik Liu atau Lousiana (51), dua cucunya yaitu Gabriel (10 bulan), Gio (2,5 bulan), dan anaknya, Vini (34) berada di rumah duka RS Panti Wilasa Semarang untuk upacara penutupan peti.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (4/8/2012). Ketika itu genset yang menyala untuk mengganti aliran listrik. Namun di luar dugaan, genset itu mengeluarkan api. Nah, di sekitar genset diduga banyak terdapat bensin yang membuat api cepat menjalar membakar rumah.

Posisi mayat saat ditemukan saling berdempet dan berpelukan di depan kamar mandi. Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Semarang, Heri menduga lima penghuni rumah berdoa saat api menghanguskan mereka, sedangkan satu baby sitter dan satu anak asuhnya diduga hendak ke kamar mandi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(alg/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%