detikcom
Minggu, 05/08/2012 11:40 WIB

Agus Ditembak Polisi Saat Bangunkan Sahur, Kapolres: Pelaku Mengaku Mabuk

Faiq Rhesa - detikNews
Korban penembakan di cirebon (faiq resha/detikcom)
Cirebon - Anggota Polsek Karangsembung Cirebon, Brigadir Sahidin Jaenudin yang menembak mati seorang warga telah diamankan. Dari pemeriksaan awal, saat kejadian pelaku dalam pengaruh minuman keras alias mabuk.

Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar menyatakan pihaknya masih mendalami unsur kesengajaan dalam peristiwa itu. Pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi masih terus dilakukan.

"Interogasi awal, saat kejadian, pelaku mengaku dalam pengaruh minuman keras atau mabuk," kata Kapolres.

Untuk memastikan kematian korban, polisi melakukan autopsi di RS Bhayangkara Indramayu dan menghubungi pihak keluarga korban.

Agus (18) tewas ditembak sekitar pukul 02.30 WIB (5/8/2012). Saat itu, Agus dan warga Blender tengah berkeliling dengan musik obrog (musik seadanya untuk membangunkan sahur). Mereka bertemu dengan kelompok warga desa lain dan bersitegang.

Saat ketegangan mereda, anggota Polsek Karangsembung Brigadir Sahidin Jaenudin datang dengan bersepeda motor bersama temannya. Dari atas motor, Wahidin menembakkan pistolnya ke atas. Lalu tak diketahui alasannya, dia mengarahkan pistol ke Agus dan dor! Agus pun akhirnya tewas seketika.


(try/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel