detikcom
Sabtu, 04/08/2012 23:38 WIB

Keluarga Sempat Tolak Visum Korban Tewas Kebakaran di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Tujuh jenazah korban tewas dalam kebakaran yang terjadi di sebuah rumah, di Jl Tirtoyoso IX no.5 RT 2 RW12, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur hingga saat ini masih menjalani visum di RS Kariadi Semarang. Pihak keluarga awalnya sempat menolak visum yang akan dilakukan tim dokter.

Dari lokasi kebakaran, jenazah dibawa ke RS Panti Wilasa Citarum. Setelah pihak keluarga setuju untuk divisum, seluruh jenazah dibawa ke RS Kariadi. Tujuh Orang yang menjadi korban yakni Cik Liu atau Lousiana (51), tiga cucunya yaitu Gabriel (10 bulan), Vini (34), Gio (2,5 bulan), dan tiga baby sister bernama Tari (20), Desi (20), dan Rafiah (20). Posisi mayat saat ditemukan saling berdempet dan berpelukan di depan kamar mandi.

Menurut adik korban Lousiana, Laurent, korban rencananya akan langsung dikuburkan. Namun hingga kini keputusan lokasi pemakaman masih belum diketahui.

"Jenazah sudah terbakar, tapi lokasi pemakaman masih belum diputuskan. Kita masih bingung," kata Laurent kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (4/8/2012).

Sementara itu Wakapolsek Gayamsari, AKP Deddy Kurniawan mengatakan pihaknya masih mengembangkan data yang didapat dari keterangan saksi.

"Kita masih belum bisa menanyai keluarga korban karena masih terguncang". kata Deddy.

"Tim Labfor akan melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran," tegasnya.

(ahy/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close