detikcom
Sabtu, 04/08/2012 20:03 WIB

FPDIP Minta SBY Tentukan Sikap Soal KPK Vs Polri Terkait Simulator SIM

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani meminta agar Presiden SBY bersikap soal 'kisruh' KPK dan Polri terkait kasus simulator SIM. Harus ada keputusan yang tegas, apalagi kepolisian bertanggung jawab kepada presiden.

"Memang diharapkan keputusan presiden untuk memberikan garis arahan itu wewenang siapa," kata Puan di sela-sela buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR di Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (4/8/2012).

Puan berharap, apa yang terjadi antara KPK dan Polri tidak berlarut-larut. Harus jelas kasus itu ditangani sesuai dengan kewenangan lembaga mana.

"Setahu kami hal-hal yang berbau korupsi itu ranah KPK," imbuhnya.

Lebih lanjut soal kasus simulator SIM, dia berharap KPK dan Polri agar berkoordinasi. Dalam negara hukum tentu ada mekanisme agar tidak menyalahi aturan.

"Jadi lebih baik dikoordinasikan dulu," tegasnya.


(vid/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel