detikcom
Sabtu, 04/08/2012 19:33 WIB

Pelaku Bullying di SMA Don Bosco Menyesal dan Meminta Maaf

Danu Mahardika - detikNews
Jakarta - 7 Pelaku bullying di SMA Don Bosco menyesal. Dalam mediasi yang diprakarsai Kapolda Metro Irjen Pol Untung S Radjab dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Kak Seto ini, para pelaku bullying juga menyampaikan permintaan maaf.

"Pelaku sudah mngakui dan jera. Mereka juga minta maaf dan tidak akan mengulanginya," kata Kepala Sekolah SMA Don Bosco Ibnoe Markatab di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (4/8/2012).

Pihak sekolah juga memberikan sanksi edukatif dengan merumahkan 7 orang tersebut. Mereka juga diwajibkan mengikuti konseling dari psikolog.

"Itu untuk membantu bagi yang kelas tiga yang kelebihan energi agar menjadi normal. Dan kelas satu yang mengalami trauma agar menjadi normal," jelasnya.

Pihak SMA Don Bosco juga akan melakukan sosialisasi ke guru, orang tua, dan siswa agar bullying seperti yang terjadi tidak terulang. Diketahui 4 siswa kelas 1 dianiaya dengan disundut rokok dan dipukul di sebuah apartemen usai pulang sekolah.

"Kita berharap agar kasus bullying tidak terulang lagi," tuturnya.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(ndr/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close