detikcom
Sabtu, 04/08/2012 19:15 WIB

Penahanan 7 Siswa Pelaku Bullying SMA Don Bosco Ditangguhkan

Danu Mahardika - detikNews
Jakarta - Polrestro Jakarta Selatan menangguhkan penahanan 7 tersangka yang diduga sebagai pelaku bullying di SMA Don Bosco, Pondok Indah. Keputusan tersebut diambil setelah melakukan musyawarah dengan seluruh pihak terkait di Polda Metro Jaya.

"Berdasarkan hasil musyawarah tadi, kita memutuskan sore ini kita akan menagguhkan penahanan kepada 7 tersangka," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Imam Sugianto, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (4/8/2012).

Menurut Imam, penangguhan penahanan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak polisi, korban, pihak sekolah, dan perwakilan dari Komnas Anak dalam musyawarah yang berlangsung selama 45 menit di Polda metro.

"Kita sepakat bahwa mereka anak kita bersama sudah kita tahan dua hari itu merupakan pembelajaran berharga," ujarnya.

Imam menambahkan bahwa penangguhan dilakukan mulai sore ini. Kasus tersebut menurutnya, akan terus berjalan dan akan terus dianalisa. Mulai hari ini, polisi menyerahkan sepenuhnya sanksi kepada 7 siswa tersebut ke pihak sekolah.

"Untuk penanganan kasus dan sanski 7 tersangka, dikembalikan ke pihak sekolah," tambah Imam.

Disinggung apakah kasus tersebut akan dihentikan penyidikannya oleh pihak kepolisian, Imam mengatakan pihakya akan menunggu pihak korban apakah akan melakukan pencabutan berkas atau tidak.

"Dianalisa dulu, kita lihat nanti," jawab Imam.

7 Tersangka tersebut adalah AA, AK, KA, RR, RJ, SA, dan GC. GC telah di-DO dari sekolah.

Ketujuh siswa itu berusia 17 tahun. Para tersangka dijerat pasal 170 KUHP dan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Mereka kini ditahan di LP Salemba, khusus anak-anak dan diskors sekolah selama 20 hari.





Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(spt/ahy)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%