Sabtu, 04/08/2012 18:42 WIB
Banjir Korut sedikitnya tewaskan 169 jiwa
Banjir yang melanda sebagian wilayah Korea Utara sejauh ini sudah menyebabkan 169 orang tewas sementara 400 lainnya hilang.
Hujan lebat pada akhir Juni menyebabkan banjir besar sehingga 200.000 orang harus mengungsi, seperti dilaporkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.
Jumlah korban jiwa yang terbaru ini lebih tinggi dari yang dikeluarkan sebelumnya, yaitu 119 jiwa.
Dan dikhawatirkan korban yang tewas maupun yang hilang masih akan bertambah lagi, sementara 65.000 hektar lahan pertanian terendam air.
Badan Pangan Dunia, WFP, mengatakan sedang mengirimkan bantuan pangan darurat kepada Korea Utara yang memang sudah meminta bantuan.
WFP mengatakan pada hari Jumat (03/08) mereka akan menyalurkan bantuan kepada korban banjir sebesar 400 gram gandum per hari selama dua pekan, namun belum ada rincian kapan bantuan akan tiba.
KCNA melaporkan lebih dari 8.500 rumah rusak sementara 43.000 lebih terendam air, termasuk sekolah, pabrik, dan saranan kesehatan.
Penduduk di kawasan yang dilanda banjir bukan hanya membutuhkan bantuan pangan tapi juga air bersih karena sumur-sumur terkontaminasi oleh kotoran akibat banjir.
Wartawan BBC di Korea Selatan, Lucy Williamson, melaporkan Korea Utara masih tergantung pada bantuan pangan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
Bencana kelaparan yang melanda negara ini -yang masih menutup diri dari dunia internasional- pada pertengahan 1990-an sampai menewaskan ratusan ribu orang.
Sebuah laporan PBB yang diumumkan bulan lalu memperkirakan dua per tiga dari total 24 juta penduduk Korea Utara menderita kekurangan pangan yang kronis.
(bbc/bbc)
Hujan lebat pada akhir Juni menyebabkan banjir besar sehingga 200.000 orang harus mengungsi, seperti dilaporkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.
Jumlah korban jiwa yang terbaru ini lebih tinggi dari yang dikeluarkan sebelumnya, yaitu 119 jiwa.
Dan dikhawatirkan korban yang tewas maupun yang hilang masih akan bertambah lagi, sementara 65.000 hektar lahan pertanian terendam air.
Badan Pangan Dunia, WFP, mengatakan sedang mengirimkan bantuan pangan darurat kepada Korea Utara yang memang sudah meminta bantuan.
WFP mengatakan pada hari Jumat (03/08) mereka akan menyalurkan bantuan kepada korban banjir sebesar 400 gram gandum per hari selama dua pekan, namun belum ada rincian kapan bantuan akan tiba.
Sejumlah rumah, sekolah, dan lahan pertanian terendam air.
Pejabat PBB yang sudah berkunjung ke kawasan yang dilanda banjir mengatakan kepada para wartatan di Pyongyang bahwa bantuan amat mendesak untuk segera disalurkan.
Merusak prasarana
Banjir juga mempengaruhi prasarana dan lahan pertanian di Korea Utara, yang sedang menghadapi masalah kekurangan bahan pangan.KCNA melaporkan lebih dari 8.500 rumah rusak sementara 43.000 lebih terendam air, termasuk sekolah, pabrik, dan saranan kesehatan.
Penduduk di kawasan yang dilanda banjir bukan hanya membutuhkan bantuan pangan tapi juga air bersih karena sumur-sumur terkontaminasi oleh kotoran akibat banjir.
Wartawan BBC di Korea Selatan, Lucy Williamson, melaporkan Korea Utara masih tergantung pada bantuan pangan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.
Bencana kelaparan yang melanda negara ini -yang masih menutup diri dari dunia internasional- pada pertengahan 1990-an sampai menewaskan ratusan ribu orang.
Sebuah laporan PBB yang diumumkan bulan lalu memperkirakan dua per tiga dari total 24 juta penduduk Korea Utara menderita kekurangan pangan yang kronis.
(bbc/bbc)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 14:53 WIB
Paus Tidak Lakukan Pengusiran Setan
-
Rabu, 22/05/2013 13:52 WIB
Surat Wasiat dan Sandal Gandhi Dilelang
-
Rabu, 22/05/2013 13:43 WIB
Pria Perancis Bunuh Diri dalam Katedral Notre-Dame
-
Rabu, 22/05/2013 13:24 WIB
Kelly Rowland jadi juri X Factor AS
-
Rabu, 22/05/2013 12:03 WIB
Microsoft luncurkan konsol Xbox One
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Polisi Tetapkan Wabup Bogor Tersangka Video Porno, Diperiksa Kamis Besok
-
Rabu, 22/05/2013 19:21 WIB
Kepsek: Siswa Berani Ambil Risiko Saat Selamatkan Korban Perkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 18:15 WIB
Ada Hubungan Apa Luthfi dan Darin Mumtazah? Ini Kata Dewan Syariah PKS
-
Rabu, 22/05/2013 19:05 WIB
Rumah Luthfi di Kebagusan Baru Berumur Sebulan
-
Rabu, 22/05/2013 18:36 WIB
Siswa SMP Heroik: Desa Saya Tak Boleh Jadi Tempat Perkosaan!
-
Rabu, 22/05/2013 19:34 WIB
172 Penumpang 2 Gerbong KA Serayu yang Anjlok di Garut Selamat
-
Rabu, 22/05/2013 19:13 WIB
Pensiun dari TNI, Jenderal Edhie Pramono Ingin Fokus ke Keluarga
-
Rabu, 22/05/2013 19:58 WIB
Honda Jazz Terbakar, Jl Diponegoro Semarang Tersendat
-
489 Komentar
-
362 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
216 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
176 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:48 WIB
Gagalkan Upaya Perkosaan, 3 Siswa SMP di Bogor Dipuji Pihak Sekolah
-
Rabu, 22/05/2013 15:45 WIB
Fahri Hamzah: Darin Mumtazah Bagian dari Festival KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
