detikcom
Sabtu, 04/08/2012 17:49 WIB

SBY Surati Presiden Myanmar Agar Selesaikan Masalah Rohingya

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Serangkaian langkah diplomasi di tingkat regional dan bilateral terus Pemerintah RI jalankan untuk ikut selesaikan masalah Rohingya. Di antaranya bersurat ke Presiden Myanmar Thein Sein agar masalah yang berawal dari konflik antar etnis itu diselesaikan cepat dan sebaik-baiknya.

"Sore ini saya menyurati Presiden Thein Sein, agar masalah etnis Rohingya ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya," kata Presiden SBY di kedeiaman pribadinya di Cikeas, Kab. Bogor, Sabtu (4/8/2012).

Di dalam surat tersebut, Presiden SBY mengusulkan agar Myanmar mengundang negara-negara OKI untuk meninjau langsung lokasi konflik. Agar negara-negara yang mayoritasnya berpenduduk Islam itu dapat menyaksikan dan tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Kemudian melakukan kerjasama mencari solusi terbaik, termasuk dalam unsur kemanusian serta membangun kembali kampung yang rusak akibat kerusuhan," imbuh SBY.

Sebelumnya presiden paparkan langkah diplomatik yang telah dan sedang Indonesia jalankan. Yaitu menugaskan jajaran Kemenlu aktif melakukan pendekatan kepada pemerintah Myanmar agar dapat memberikan perlindungan kepada etnis Rohingya yang merupakan minoritas.

Pada bulan Maret yang lalu telah menfasilitasi delegasi Komnas HAM dan Perempuan-Anak dari Myanmar melaksanakan studi di Indonesia. Khusus mempelajari pengalaman Indonesia di dalam menyelesaikan konflik komunal dan rekonsiliasi antar pihak yang semula bertikai.

"Di saat banyak pengungsi dan pencari suaka dari Rohingya yang ditolak sebagian negara di Asia Tenggara, Indonesia menerimanya. Tercatat saat ini ada 270 orang pencari suaka dan 120 pengungsi asal Rohingya. Pemerintah dan PBB bekerjasama memberikan status, menyalurkan ke pihak ke tiga dan lain sebagainya," papar SBY.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(lh/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%