Sabtu, 04/08/2012 16:09 WIB

Jenguk Habib Munzir di RSCM, Foke-Jokowi Salaman

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Joko Widodo (Jokowi) punya agenda yang sama. Keduanya bertemu dan bersalaman saat menjenguk pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Munzir, di RSCM.

Pengamatan detikcom, Sabtu (4/8/2012), Jokowi didampingi 4 anggota tim suksesnya tiba di RSCM, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengenakan baju kemeja kotak-kotak dan langsung masuk ke ruang perawatan khusus Gedung A RSCM.

Selang 15 menit kemudian, Foke yang didampingi 5 orang stafnya juga tiba di RSCM. Foke lalu masuk ke dalam ruangan.

Pukul 15.00 WIB, Foke keluar dari ruang perawatan Habib Munzir. Sedangkan Jokowi masih berada di dalam ruangan tersebut. "Kita doakan saja kondisinya membaik dan diberi kesehatan," kata Foke yang mengenakan kemeja warna abu-abu itu.

Sementara itu, Jokowi keluar dari ruangan sekitar pukul 15.35 WIB.

"Iya ketemu (Fauzi Bowo). Tetapi Pak Fauzi tergesa-gesa jadi nggak sempat ngobrol, hanya salaman," ujar Jokowi yang terbalut kemeja motif kotak-kotak itu.

Jokowi mengaku banyak mendapat wejangan dari sang Habib. Ia juga mendoakan agar Habib Munzir lekas sembuh. "Tetapi nggak perlu saya sebutkan," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, seorang perempuan tiba-tiba menyambangi Jokowi. Ia menceritakan ada bayi bernama Nabila (7 bulan) yang dirawat akibat gagal ginjal hingga kondisinya kritis. Namun, pihak RSCM tidak memiliki alat untuk merawat Nabila.

Jokowi lantas menyempatkan diri menjenguk bayi malang itu.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%