Sabtu, 04/08/2012 15:53 WIB

Menko Polhukam Minta KPK dan Polri Kembali Bertemu

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Menko Polhukam, Djoko Suyanto, mencoba menengahi polemik yang terjadi antara KPK dan Polri. Kedua lembaga penegak hukum itu diminta kembali bertemu.

"Saya minta mereka untuk bertemu kembali. Bertamu kembali dalam suasana yang tenang, yang damai, yang tidak konfrontatif," kata Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (4/8/2012).

Djoko meminta KPK dan Polri kembali bertemu untuk sekali lagi membahas kesepakatan terkait penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan simulasi SIM. Menurut Joko, hal itu perlu dilakukan untuk mengingatkan kesepakatan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

"Paling tidak mengingatkan kembali apa pertmeuan mereka Selasa (31/8) yang lalu," tutur Djoko.

Kemudian, kata Djoko, KPK dan Polri harus menuangkan hasil pertemuan ini dalam bentuk pernyataan tertulis. Dengan demikian masing-masing pihak memiliki pegangan acuan yang jelas untuk bertindak dalam upaya penyelesaian kasus korupsi bernilai Rp 196 miliar itu.

"Pernyataan itu harus dibuat tertulis dan masing-masing tanda tangan," titah Djoko.

(trq/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel