detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 04/08/2012 12:01 WIB

Perketat Seleksi Bakal Caleg, PD Tak Khawatir Kadernya Hengkang

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Partai Demokrat tidak akan menghalangi politisinya pindah ke partai politik lainnya yang lebih menjanjikan untuk Pemilu 2014. Tidak ada kekhawatiran politisi yang hengkang tersebut akan melakukan pembusukan, sebab pada akhirnya masyarakat bisa menilai langsung kualitasnya.

"Kalau ada yang begitu, rakyat pasti bisa menilai itulah yang dinamakan politisi kutu loncat," kata Ketua DPP PD, Didi Irawadi Syamsuddin, melalui telepon, Sabtu (4/8/2012).

Sebelumnya anggota Komisi III DPR ini menyatakan, Ketua Dewan Pembina PD, Susilo B. Yudhoyono dalam pertemuan internal politisi PD yang berlangsung tadi malam menyatakan akan memperketat seleksi bakal caleg DPR dan DPRD untuk Pemilu 2014. Seleksi didasarkan pada kualitas, keterampilan, pengabdian dan rekam rejak yang telah diperbuat kader bersangkutan kepada masyarakat sekitarnya.

Boleh jadi ada kader yang kuatir tidak mampu lolos dari proses seleksi ketat yang akan diberlakukan Majelis Tinggi PD tersebut pada awal 2013. Kekhawatiran ini yang kemudian membuat mereka memilih hengkang ke parpol lain yang lebih menjanjikan bagi kelanjutan karier politiknya di legislatif.

"Kalau ada kader yang tidak berkenan atau tergiur tawaran partai tertentu, silahkan keluar. Lebih baik kami membina kader yang sudah terbukti kualitas dan pengabdiannya, juga lebih baik menerima kader-kader baru yang lebih mumpuni dan siap mengabdi pada nusa dan bangsa," papar Didi.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(lh/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%