Sabtu, 04/08/2012 02:29 WIB

Ki Bagus Hadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Rachmadin Ismail - detikNews
dok. Muhammadiyah
Jakarta - Kalangan pemuda Muhammadiyah mendesak agar pemerintah menepatkan Ki Bagus Hadikusumo sebagai pahlawan nasional. Jasa-jasanya saat perjuangan kemerdekaan Indonesia sudah tak perlu diragukan lagi.

Salah satu elemen yang mendesak adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Mereka berharap, Ki Bagus Hadikusumo bisa berdiri sejajar dengan para tokoh BPUPKI lainnya yang sudah lebih dulul mendapat gelar pahlawan.

"Yang salah satunya ulama besar Muhammadiyah yang hampir terlupakan yaitu Ki Bagus hadikusumuo yang menjadi salah seorang anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)," kata Sekjen DPP IMM, Fahman Habibi dalam rilis, Jumat (3/8/2012).

"Beliau juga yang ikut merumuskan dasar negara bersama Ki Hajar dewantara dan Muhammad Hatta, Ir Soekarno Muhammad Yamin, Mr AA Maramis R Otto Iskandar dinata, Mas Soetarjo Kartohadikoesoemo dan KH Wahid Hasyim," sambungnya.

Diskusi soal pentingnya gelar itu bagi Ki Bagus Hadikusumo juga sudah digelar. Sejumlah tokoh pun setuju bahwa Ki Bagus Hadikusumo seharusnya mendapat gelar pahlawan.

"Sehubungan dengan akan datangnya momen besar yaitu peringatan proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 agustus Nanti yang juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan maka kami atas Nama DEWAN PIMPINAN PUSAT IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH meminta kepada pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada KI Bagus Hadikusumo," tegas Fahman.

"Karena beliau bukan hanya tokoh pemersatu umat Islam namun juga sebagai pemersatu bangsa," lanjutnya.

Ki Bagus Hadikusumo (lahir di Jogjakarta, 24 November 1890 – meninggal di Jakarta, 4 November 1954 pada umur 63 tahun) adalah seorang tokoh BPUPKI. Ia dilahirkan di kampung Kauman dengan nama R. Hidayat pada 11 Rabi'ul Akhir 1308 H (24 November 1890).

Selanjutnya Ki Bagus pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadijah (1926), dan Ketua PP Muhammadiyah (1942-1953). Ia sempat pula aktif mendirikan perkumpulan sandiwara dengan nama Setambul. Selain itu, bersama kawan-kawannya ia mendirikan klub bernama Kauman Voetbal Club (KVC), yang kelak dikenal dengan nama Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW).

Semasa menjadi pemimpin Muhammadiyah, ia termasuk dalam anggota BPUPKI dan PPKI. Ki Bagus Hadikusumo sangat besar peranannya dalam perumusan Muqadimah UUD 1945 dengan memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan. Pokok-pokok pikirannya dengan memberikan landasan-landasan itu dalam Muqaddimah UUD 1945 itu disetujui oleh semua anggota PPKI.

(mad/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    80%
    Kontra
    20%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel