Istri politikus Cina Bo Xilai disidang pekan depan
Istri Bo Xilai dikenai dakwaan meracuni pengusaha Inggris, Neil Heywood.
Gu Kailai, istri politikus Cina Bo Xilai, akan mulai disidangkan hari Kamis mendatang (09/08) dalam kasus pembunuhan pengusaha Inggris, Neil Heywood, kata pengacaranya.
Pengacara keluarga Bo Xilai, Shen Zhigen, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sidang perdana akan diadakan minggu depan.
Kepastian tanggal sidang diketahui sekitar seminggu setelah Kejaksaan Agung Cina mengumumkan dakwaan terhadap Gu Kailai dan Zhang Xiaojun, seorang karyawan keluarga Bo Xilai.
Mereka didakwa sengaja membunuh pengusaha Inggris, Neil Heywood yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel kota Chongqing pada 15 November 2011.
Dugaan bahwa Neil Heywood dibunuh menyebabkan kehancuran karir politik Bo Xilai dalam skandal yang mengguncang dunia politik Cina.
Sidang perkara tersebut diperkirakan akan digelar di kota Hefei di bagian timur, meskipun tempat kejadian perkara diduga terjadi ratusan kilometer dari kota itu.
Para pengamat hukum sebelumnya mengatakan kepada BBC Cina bahwa pihak berwenang kemungkinan khawatir akan pengaruh Bo Xilai dan keluarganya di Chongqing. Oleh karena itu, kata mereka, sidang diadakan di kota lain.
Hubungan bisnis
Sejumlah pejabat Cina semula mengatakan Neil Heywood meninggal dunia karena terlalu banyak mengkonsumi minuman beralkohol, tetapi pada April lalu pemerintah mengumumkan penyelidikan terhadap istri Bo Xilai terkait kasus itu.
Neil Heywood disebut-sebut mempunyai hubungan bisnis dengan keluarga Bo Xilai.
Peran Heywood dan hubungannya dengan keluarga Bo telah menjadi bahan spekulasi di dalam Cina maupun di luar negara itu. Keluarga Bo dan Heywood disebut-sebut mempunyai hubungan dekat dalam bidang bisnis.
Kantor berita resmi Cina Xinhua pekan lalu melaporkan bukti-bukti menunjukkan Gu Kaila dan Zhang Xiaojun, yang bekerja untuk keluarga Bo, telah "meracuni Heywood".
Menurut Xinhua, hasil penyelidikan juga menunjukkan Gu bentrok dengan Heywood terkait "kepentingan ekonomi".
Bo Xilai adalah mantan pemimpin Partai Komunis di wilayah Chongqing sebelum diberhentikan pada Maret lalu. Sekarang dia menghadapi penyelidikan atas tuduhan mengabaikan peraturan Partai Komunis.
Nama Bo mencuat di masyarakat karena mengatasi masalah korupsi di Chongqing dan sebelumnya diperkirakan akan ditunjuk untuk menduduki posisi penting pada Kongres Partai Komunis sebelum akhir tahun ini.
Para analis mengatakan pihak berwenang ingin sekali menyelesaikan kasus ini secepatnya sebelum Cina mengalami transisi politik.
(bbc/bbc)
-
Sabtu, 18/05/2013 12:13 WIB
Teleskop milik NASA Kepler rusak
-
Sabtu, 18/05/2013 12:11 WIB
Penjualan mobil di Eropa meningkat
-
Sabtu, 18/05/2013 11:30 WIB
Vasile Muresan, pelukis jalanan Rumania
-
Sabtu, 18/05/2013 10:04 WIB
Prancis akan sahkan pernikahan sesama jenis
-
Jumat, 17/05/2013 22:37 WIB
Pria Arab Saudi membakar diri sebagai protes
-
Minggu, 19/05/2013 02:07 WIB
Cerita Masa Lalu, Ahok: Saya Masuk Politik Didukung Ustad
-
Minggu, 19/05/2013 01:57 WIB
Turbulensi Pesawat Emirates, Penumpang Dipulangkan ke Jakarta Sore Tadi
-
Minggu, 19/05/2013 00:37 WIB
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
-
Minggu, 19/05/2013 01:03 WIB
Gita Wirjawan Dukung Jokowi Normalisasi Waduk Pluit
-
Sabtu, 18/05/2013 06:54 WIB
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
-
Sabtu, 18/05/2013 12:05 WIB
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
-
Sabtu, 18/05/2013 16:45 WIB
Kelelahan, Bupati Tegal Meninggal Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 16:35 WIB
Konglomerat Swedia Kalah Melawan Pedagang Glodok
-
433 Komentar
-
228 Komentar
-
226 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
205 Komentar
-
200 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
- Rp 2,834.000
- Rp .000
-
Sabtu, 18/05/2013 20:10 WIB
Usai Temui Kompolnas, Aiptu Labora Digelandang ke Mabes Polri
-
Sabtu, 18/05/2013 17:40 WIB
Lakukan Penodaan Alquran di Pakistan, Pria Asal China Diamankan Polisi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
