Jumat, 03/08/2012 19:02 WIB

Suryadharma Soroti Posisi Menpera Djan Faridz

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Djan Faridz
Jakarta - Posisi Djan Faridz di Kabinet Indonesia Bersatu II goyang. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali sedang membahas serius mengenai nasib Djan Faridz.

"Saya lihat Ketum membahas lebih serius soal Djan Faridz ini. Saya belum bisa sampaikan kemana arahnya," kata Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi, kepada detikcom, Jumat (3/8/2012).

Sumber detikcom di internal PPP mengatakan Suryadharma kecewa karena Djan Faridz tidak mendukung pasangan Alex-Nono yang didukung Golkar dan PPP pada putaran pertama Pilgub DKI. Rumah Djan Farid di Jl Borobudur bahkan dijadikan kantor tim sukses Jokowi-Ahok. Alhasil Suryadharma mulai berpikir mengganti Djan Faridz dari posisi Menpera.

Namun menurut Arwani, diharapkan pada putaran kedua Djan Faridz dan semua kader PPP menghormati keputusan DPP PPP. Yaitu mendukung calon gubernur DKI Foke-Nara. Dengan begitu memang posisi Djan Faridz bisa aman di kabinet.

"Namun posisi Faridz sebagai ketua PWNU DKI sangat dipertimbangkan SDA agar bisa tetap solid bersama dengan posisinya di kabinet sebagai utusan PPP, pada kaitannya dengan pilkada DKI putaran kedua," kata Arwani.

Arwani lalu mengingatkan agar semua kader partai yang duduk di kursi pejabat publik harus tunduk pada aturan partai. Khususnya dalam pengambilan keputusan politik partai.

"Sebagai ketua umum, ketika partai sudah menetapkan putusan, seluruh kader terikat tanpa kecuali. Apalagi pejabat publik yang duduk atas nama partai. Tentu dinamika ini masih akan dicermati secara seksama oleh DPP pada hari-hari mendatang," tutur Arwani.

(van/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel