detikcom

Jumat, 03/08/2012 16:48 WIB

5 Pengacara Kondang yang Biasa Tangani Kasus Korupsi

Mega Putra Ratya - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »
ilustrasi: simpleattorneyoffice.com
Kasus korupsi di Indonesia seolah tak ada habis-habisnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebuah lembaga yang dibentuk khusus untuk menangani kejahatan korupsi terus mengungkap praktik-praktik para penyelenggara negara yang merugikan negara dalam jumlah yang fantastis.

Mereka yang terjerat kasus korupsi tentu saja butuh pembela untuk melawan dakwaan jaksa di pengadilan tindak pidana korupsi. Banyak pengacara kondang yang ikut membela para terdakwa korupsi tersebut.

Inilah 5 pengacara kondang yang terbiasa menangani tersangka dan terdakwa kasus korupsi di pengadilan seperti dirangkum detikcom, Jumat (4/8/2012):

Next page :
1. Hotma Sitompoel


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%