detikcom
Jumat, 03/08/2012 14:44 WIB

Presiden Harus Minta Polri Serahkan Kasus Simulator SIM ke KPK

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Presiden SBY sepatutnya segera bertindak untuk meminta Polri mematuhi UU KPK dan segera menyerahkan Kasus Simulator SIM ke KPK. Ketegasan ini harus dilakukan di tengah keengganan Polri untuk melimpahkan ke KPK.

Permintaan ini disampaikan guru besar Fakultas Hukum UI yang juga mantan anggota Tim 8, Prof Hikmahanto Juwana. “Tindakan Presiden dibutuhkan agar kasus Cicak dan Buaya tidak terulang kembali,” kata Hikmahanto dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (3/8/2012).

Menurut Hikmahanto, kondisi masyarakat yang terbelah dari kasus hukum yang mencuat harus dihindari. Kelambanan Presiden dalam bertindak justru akan menjadikan kasus Simulator SIM menjadi beban Presiden ketika masyarakat mengambil alih permasalahan ini d itangan mereka sendiri melalui berbagai cara, termasuk media sosial.

“Kejadian Cicak dan Buaya seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk diwaspadai agar tidak terulang,” jelas Hikmahanto.

Dalam pandangan Hikmahanto, perintah Presiden kepada Kapolri sebagai atasannya untuk mematuhi UU KPK bukanlah intervensi hukum. “Perintah tersebut merupakan komitmen dan keberpihakan Presiden untuk tegaknya negara hukum, bukan intervensi,” tegas Hikmahanto.


(asy/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel