detikcom
Jumat, 03/08/2012 14:04 WIB

9 Dekan Dipecat, Mahasiswa UI Bingung Siapa Tandatangan Ijazah Kelulusan

Ray - detikNews
Jakarta - Pemecatan 9 dekan fakultas di Universitas Indonesia menimbulkan polemik. Mahasiswa ikut was-was soal pemecatan dekan ini. Sebabnya, mahasiswa yang lulus bingung siapa yang menandatangani surat ijazah kelulusan mereka.

"Penetapan kelulusan mahasiwa yang terganggu. Ada 9 ribu ijazah yang belum jelas siapa yang akan menandatangani akibat dari pemecatan dekan-dekan ini," tutur Ketua BEM UI, Faldo Maldini dalam jumpa pers di Gedung IX Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Jumat (3/8/2012).

Gumilar memberhentikan 9 dekan yang masa jabatannya habis tapi diperpanjang yakni dekan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu BUdaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Psikologi.

"Masih ada 9 ribu ijazah yang belum jelas. Hak mereka setelah kuliah bertahun-tahun tapi satusnya terombang ambing karena tidak ada yang melegalkan ijaazah mereka," tutur Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya, Maya Nuraini.

Selain memprotes pemecatan dekan, BEM se-UI juga menuntut Rektor UI Gumilar Soemantri mengundurkan diri. "Rektor UI dinilai ingkar janji dengan menaikkan biaya kuliah dilanjutkan dengan berbagai kebijakan yang kontroversi selama 5 tahun. Maka itu BEM UI menilai Rektor UI tidak layak memimpin UI," imbuhnya.

(ray/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel