detikcom
Jumat, 03/08/2012 13:26 WIB

Pemudik KA yang Tak Tertampung Bisa Naik Bus di Stasiun

Silvanus Alvin - detikNews
Jakarta - Pemudik yang berencana naik kereta api akan disarankan untuk menumpang bus jika kereta sudah tidak mampu menampung lagi. Bus itu tersedia di stasiun tertentu.

"Diharapkan mereka yang tidak bisa naik kereta api karena keterbatasan yang ada mereka bisa punya opsi untuk naik bus di stasiun tertentu," ujar Bambang Susantono, Wakil Menteri (Wamen) Perhubungan di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2012).

Menurut Bambang, pihaknya dengan Organda dan PT KAI sudah bekerja sama untuk pemudik kereta yang tidak tertampung. Rencana itu sudah dimatangkan oleh pihak-pihak tersebut.

Bambang menambahkan, hampir semua persiapan sarana, prasarana dan koordinasi secara bertahap sudah ditingkatkan. Ketersediaan jumlah sarana dan prasana juga sudah mencukupi.

"Sehingga ada 5 kendaraan baru dan 3 rangkaian gerbong yang akan masuk ke armada. Diharapkan daya kapasitas KA meningkat," kata dia.

Bambang menuturkan, pola yang paling besar arus mudiknya yakni ke Jawa Tengah. "Itu (Jawa Tengah) yang paling besar arusnya. Kemudian Jawa Timur," ucap Bambang.

(nik/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close