detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 09:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 03/08/2012 10:10 WIB

Preman Menakuti Penumpang Bus dengan Menyilet Tangan Tak Usah Diberi Uang

Nala Edwin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap dua orang remaja yang meminta uang dalam bus dengan menyayat-nyayat tangannya dengan silet. Petugas akan menyebar petugas berpakaian preman untuk menangkap pelaku lainnya.

"Ini akan kita lanjutkan lagi, kita akan sebar petugas berpakaian preman untuk memberantas modus ini," kata Kabid Humas Polda Rikwanto kepada detikcom, Jumat (3/8/2012).

Rikwanto mengatakan, jika menemukan adanya preman yang meminta uang dengan cara menyayat tangannya dengan silet, penumpang tak perlu memberi uang. Jika ulah preman itu dirasa mengintimidasi dan menggangu bisa langsung dilaporkan ke petugas terdekat.

"Tidak usah dikasih uang, kalau sudah keterlaluan dilaporkan saja ke petugas terdekat," sarannya.

Modus intimidasi dengan menyayat tangan dan leher dengan silet marak terjadi di bus umum di Jakarta. Para preman ini biasanya naik berdua dan menyilet-nyilet tangan dan leher mereka. Para preman ini berusaha membuat takut penumpang bus sehingga memberikan uang kepada mereka.

"Kita yang wanita jadi takut dan tidak nyaman, mereka menakut-nakuti penumpang," katanya. Jika tidak diberi uang, para preman ini turun dari bus dengan marah-marah," kata Evie, salah seorang penumpang bus pada detikcom, Kamis (2/8).

Subdit Resmob Polda Metro Jaya kemudian mengadakan penyelidikan kasus ini dan menangkap dua orang remaja yang kerap mengemis di atas Metromini 69 (Ciledug-Blok M). Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nal/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%