detikcom
Jumat, 03/08/2012 07:11 WIB

Rp 50 Juta untuk Brigjen Didik Purnomo Berbungkus Kue Brownies

Moksa Hutasoit - detikNews
Bandung - Wakorlantas Mabes Polri, Brigjen Didik Purnomo disebut pernah menerima uang Rp 50 juta dari Dirut PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S Bambang. Uang itu diberikan dengan cara yang sangat unik.

Sekadar informasi, Sukotjo selama ini tinggal di kawasan Bandung. Kota ini terkenal dengan berbagai macam makanan. Salah satunya Brownies dan Bolu kukus yang sering dijadikan oleh-oleh.

Nah, berbekal oleh-oleh inilah penyerahan uang dilakukan. Sukotjo mengaku memberi uang kepada Didik berbungkus makanan tersebut.

Uang puluhan juta itu diselipkan di antara makanan itu. "Rp 50 juta dibungkus pakai browiens dan bolu kukus untuk Brigjen Didik," ujar kuasa hukum Sukotjo, Erick S Paat, saat ditemui di Bandung, Kamis (2/8/2012).

KPK sudah menetapkan Brigjen Didik menjadi tersangka kasus ini. Yang menarik, tidak lama berselang, giliran Mabes Polri nyana juga menetapkan Didik sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Padahal sesuai UU, pihak Polri harus menyerahkan perkara tersebut ke KPK. Dalam UU 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi pada pasal 50 ayat 4 disebutkan, "Dalam hal penyidikan dilakukan secara bersamaan oleh Kepolisian dan atau Kejaksaan dan KPK, penyidikan yang dilakukan oleh Kepolisian atau Kejaksaan tersebut segera dihentikan," demikian bunyi UU tersebut.

Polri menetapkan lima tersangka kasus proyek pengadaan simulator SIM. Yang menarik, tidak ada nama Irjen Pol Djoko Susilo dalam inisial lima nama yang ditetapkan menjadi tersangka.

"Per 1 Agustus Kabareskrim telah menentukan 5 tersangka. Berkas lima-limanya sudah diserahkan ke Kejaksaan," jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (2/8/2012).

Informasi yang dikumpulkan detikcom, Brigjen DP ini adalah Didik Purnomo yang saat ini menjabat Wakorlantas, AKBP TR adalah Teddy Rusmawan sebagai ketua pengadaan, pihak ketiga SB yakni Sukotjo Bambang dan BS adalah Budi Santoso. Inisial L adalah Kompol Legimo.

Hingga saat ini, detikcom belum berhasil menghubungi Brigjen Didik untuk konfirmasi. Wartawan telah mencoba menemui Didik di Mabes Polri, Kamis (2/8) kemarin tapi belum bisa berhasil.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%