detikcom
Jumat, 03/08/2012 04:45 WIB

Pabrik Kertas Terbesar di Dunia akan Dibangun di OKI Sumsel

Taufik Wijaya - detikNews
Ogan Komering Ilir - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akan memiliki pabrik kertas terbesar di dunia. Pembangunan pabrik ini adalah hasil kerjasama antara investor dari Hongkong dengan PT OKI Pulp and Paper.

Pabrik yang akan dibangun di Desa Air Sugihan, Kecamatan Air Sugihan ini akan memproduksi chip, kertas, tisu, dan lainnya. Rencananya pabrik itu akan dilaunching sebagai pabrik kertas terbesar di dunia pada Januari
2013.

"Jika pabrik ini berdiri, selain menampung banyak tenaga kerja, juga meningkatkan pendapatan masyarakat yang menanam pohon kertas, serta pemasukan dari sektor lainnya. Tujuannya memakmurkan masyarakat OKI, dan umumnya Sumatera Selatan," kata Bupati OKI, Ishak Mekki, kepada pers di Kayuagung, Kamis (02/08/2012).

Sementara Kepala Dinas Kehutanan OKI, Alibudin, menjelaskan guna mendukung pabrik tersebut, Pemkab OKI telah merencanakan Hutan Tanam Industri (HTI) seluas 585 ribu hektare dengan target penanaman selesai pada 2015 mendatang. Produksi perusahaan tersebut ditargetkan 2,6 juta ton per tahun.

Adapun nilai investasi yang akan dikucurkan investor asal Hongkong tersebut yakni sebesar Rp 27 triliun. Selain sudah ada investor, saat ini perencanaan ini sudah mendapat izin prinsip.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(tw/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%