detikcom
Jumat, 03/08/2012 00:13 WIB

Jokowi akan Habiskan Akhir Pekan di Jakarta

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Di tengah tekanan atas isu suku, ras dan agama yang menyudutkan pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama, Joko Widodo kembali ke Jakarta. Calon gubernur itu akan menemui warga Jakarta.

"Besok saya ke Jakarta sampai hari Minggu (5/8), kegiatannya biasa saja menemui warga," kata Jokowi kepada detikcom, Kamis (2/8/2012) malam.

Sama seperti kedatangan sebelumnya pasca pemungutan suara putaran pertama, sederet agenda pertemuan dengan kelompok masyarakat sudah masuk daftar kegiatan Jokowi selama menghabiskan akhir pekan ini.

"Kayak kemarin, buka puasa sama sahur bareng warga. Besok sore saya buka puasa sama alumni ITB," tuturnya.

Jokowi mengaku tak khawatir dengan isu SARA yang belakangan makin marak. Baginya, isu negatif tersebut tidak perlu direspons berlebihan.

"Kita berdua biasa-biasa saja, tiap hari baca berita yang soal isu-isu itu, tapi biasa saja. Enggak perlu ditanggapi berlebihan, kami mengalir saja," kata dia tertawa di ujung telepon.

Meski tidak bisa menduga dampak isu negatif, dia yakin warga Jakarta akan tetap memilih calonnya tanpa terpengaruh isu negatif tersebut. "Kita serahkan ke masyarakat saja, kami tidak ingin memperdaya masyarakat dengan isu-isu seperti itu. Masyarakat Jakarta sudah cerdas, saya yakin itu," sambungnya.

Soal pendekatan ke cagub dan parpol pendukung yang kalah di putaran pertama, Jokowi merahasiakannya. "Sudah ada itu, tapi masak dikasih tahu, rahasia dong," canda Jokowi.

"Kita tetap kerja optimis, tapi nggak usah terlalu pede, lihat nanti saja," pungkasnya.



Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fdn/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%