BBC Indonesia
Kamis, 02/08/2012 21:04 WIB

Facebook miliki 83 juta pengguna palsu

BBCIndonesia.com - detikNews
Facebook

Salah satu akun palsu adalah Ahmed Ronaldo yang dibuat pengguna yang tinggal di Kairo.

Facebook menyatakan saat ini terdapat lebih dari 83 juta pengguna palsu di situs jejaring sosial itu.

Dalam laporan yang diterbitkan minggu ini, Facebook mengatakan 8,7% dari 955 pengguna aktifnya kemungkinan palsu.

Perkiraan itu muncul di tengah keprihatinan soal nilai pasaran perusahaan itu.

Secara keseluruhan, Facebook memperkirakan ada sekitar 83,09 juta pengguna palsu yang dikategorikan dalam tiga grup.

Kelompok terbesar adalah yang disebut "palsu" dimana para pengguna tetap mempertahankan akun lain sebagai tambahan.

Kelompok lain disebut "user-misclassified" atau pengguna yang menciptakan profil untuk bisnis, organisasi atau bukan manusia seperti untuk "binatang peliharaan".

Kategori terakhir disebut akun "undesireable" atau tidak diinginkan dan melanggar persyaratan yang ditetapkan Facebook. Akun ini digunakan untuk mengirim pesan sampah atau isi lain.

Membahayakan bisnis

Facebook yang memiliki model bisnis dengan sasaran iklan, mendapatkan kritikan terkait model pemasaran yang menggunakan "likes" (suka) dari pengguna.

"Kami mendapatkan pendapatan cukup besar dari iklan," kata perusahaan itu dalam laporannya.

"Menurunnya pengiklan atau adanya penurunan dalam anggaran yang digunakan pengiklan di Facebook dapat membayakan bisnis kami," kata perusahaan itu.

Bulan lalu, wartawan teknologi BBC Rory Cellan-Jones mendirikan perusahaan palsu yang disebut VirtualBagel untuk menyelidiki tuduhan tentang "likes" palsu.

Penyelidikannya menemukan bahwa mayoritas "likes" untuk perusahaan palsu itu datang dari Timur Tengah dan Asia.

Banyak akun pengguna yang juga palsu seperti "Ahmed Ronaldo" yang ternyata adalah pengguna yang tinggal di Kairo dan direkrut oleh klub sepak bola Spanyol, Real Madrid.

Minggu lalu, perusahaan digital Limited Press menyatakan berdasarkan analisa perangkat lunak mereka, 80% klik iklan di Facebook datang dari pengguna palsu.

(bbc/bbc)



  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
47%
Kontra
53%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel