detikcom
Kamis, 02/08/2012 19:55 WIB

Hiu Paus yang Terdampar di Bantul akan Diawetkan

M Afifi - detikNews
Hiu paus yang terdampar di pantai Pandansimo Baru, Bantul (m afifi/detikcom)
Bantul - Warga berniat mengawetkan ikan hiu paus yang terdampar di Pantai Pandansimo Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Untuk mengawetkan ikan ini ternyata bukan perkara mudah. Paling tidak dibutuhkan waktu minimal sepekan untuk membuat ikan itu mengering.

Kepala Museum Biologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Donan Satria yang ikut turun ke lapangan mengatakan ikan yang memiliki nama binomial Rhincodon typus ini memiliki kulit cukup tebal sehingga susah dikeringkan.

"Isi perutnya harus dikeluarkan dulu. Proses pengeringan paling cepat enam hari jika diperlakukan dengan benar. Itupun jika cuaca mendukung," kata Donan saat rapat koordinasi dengan warga Pandansimo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Animal Friends Jogja (AFJ), dan Direktorat Polisi Perairan Polda DI Yogyakarta, Kamis (2/8/2012).

Agar kering, ikan ini harus disuntik dan direndam sehari semalam pada larutan Formaldehid 37 persen yang diencerkan menjadi 4 persen.

"Setelah disuntik lalu di rendam sehari semalam dan dijemur. Paling tidak dilakukan 3 kali. Nah, repotnya jika tidak ada kolam perendaman. Apalagi ukuran ikannya kan cukup besar," terang Donan.

Menurut pria 32 tahun ini proses pengeringan sebenarnya juga bisa dilakukan dengan menyiram cairan Formaldehid. Hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih lama.

"Kalau disiram kan tidak bisa merata ke seluruh tubuhnya. Nanti akan muncul bakteri dan menimbulkan bau tak sedap," katanya.

Sementara itu, aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) yang semula menuntut agar hiu paus dikubur akhirnya mengalah. Meski begitu AFJ akan mengawal niat warga agar benar-benar terealisasi dan tidak disalahgunakan.

"Ya daripada dipotong-potong dan menjadi rebutan, lebih baik diawetkan. Tapi AFJ akan mengawal proses ini," kata salah satu relawan AFJ, Dessy Zahara.

Rencananya ikan hiu paus yang sempat menjadi obyek tontonan warga malam ini akan dikeluarkan isi perutnya oleh warga. Proses pengawetan akan dibimbing BKSD Yogyakarta dan Fakultas Biologi UGM.

Hius paus tersebut terdampar pada Rabu (1/8/2012) malam. Diperkirakan, hiu ini naik ke permukaan untuk mencari mangsa. Saat ditemukan, di sekitar lokasi terdapat banyak ikan teri. Ikan-ikan kecil itu akhirnya jadi rebutan warga setempat.



Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(try/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close