detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 02/08/2012 19:55 WIB

Hiu Paus yang Terdampar di Bantul akan Diawetkan

M Afifi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hiu paus yang terdampar di pantai Pandansimo Baru, Bantul (m afifi/detikcom)
Bantul - Warga berniat mengawetkan ikan hiu paus yang terdampar di Pantai Pandansimo Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Untuk mengawetkan ikan ini ternyata bukan perkara mudah. Paling tidak dibutuhkan waktu minimal sepekan untuk membuat ikan itu mengering.

Kepala Museum Biologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Donan Satria yang ikut turun ke lapangan mengatakan ikan yang memiliki nama binomial Rhincodon typus ini memiliki kulit cukup tebal sehingga susah dikeringkan.

"Isi perutnya harus dikeluarkan dulu. Proses pengeringan paling cepat enam hari jika diperlakukan dengan benar. Itupun jika cuaca mendukung," kata Donan saat rapat koordinasi dengan warga Pandansimo, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Animal Friends Jogja (AFJ), dan Direktorat Polisi Perairan Polda DI Yogyakarta, Kamis (2/8/2012).

Agar kering, ikan ini harus disuntik dan direndam sehari semalam pada larutan Formaldehid 37 persen yang diencerkan menjadi 4 persen.

"Setelah disuntik lalu di rendam sehari semalam dan dijemur. Paling tidak dilakukan 3 kali. Nah, repotnya jika tidak ada kolam perendaman. Apalagi ukuran ikannya kan cukup besar," terang Donan.

Menurut pria 32 tahun ini proses pengeringan sebenarnya juga bisa dilakukan dengan menyiram cairan Formaldehid. Hanya saja waktu yang dibutuhkan lebih lama.

"Kalau disiram kan tidak bisa merata ke seluruh tubuhnya. Nanti akan muncul bakteri dan menimbulkan bau tak sedap," katanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(try/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%