detikcom

Kamis, 02/08/2012 15:21 WIB

Hotma Sitompoel Minta Rumah & Kekayaan Irjen Djoko Susilo Tak Diusik

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Hotma Sitompoel mengaku sudah ditunjuk Irjen Djoko Susilo sebagai kuasa hukum. Djoko sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM. Hotma meminta agar dalam kasus ini soal harta benda milik Djoko tak disangkutpautkan.

"Ini kan bahayanya dengan kekayaan. Yang salah dari mana memperolehnya. Jadi jangan marah sama orang yang kaya," kata Hotma, Kamis (2/8/2012).

Berdasarkan data harta LHKPN di KPK, kekayaan Djoko senilai Rp 5,6 miliar di tahun 2010. Dia juga memiliki satu petak tanah kosong di wilayah Jakarta Selatan, serta hanya memiliki kendaraan Innova.

Djoko diketahui juga memiliki rumah mewah di Leuwinanggung, Depok. Banyak muncul kabar dan pertanyaan yang mempertanyakan kepemilikan harta itu.

"Ya silakan dibuktikan, jangan orang kaya terus (dikira) jahat," jelas Hotma.

Lebih lanjut, Hotma juga menegaskan, apabila dipanggil KPK nanti, Djoko akan kooperatif. "Ya harus kooperatif, tapi harus dilihat dulu, sesuai UU atau tidak," tegasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ndr/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%